LINIKATA.COM, KUDUS – Memulai perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) tahun akademik 2026/2027 menghadirkan kisah penuh perjuangan. Sejumlah mahasiswa baru bahkan harus menempuh jarak ribuan kilometer dan menerjang tantangan alam demi menuntut ilmu.
Seperti M. Nizar Syaifudin, mahasiswa S1 Farmasi asal Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menghabiskan tiga hari di kapal laut menempuh jarak 2.122 kilometer hingga tiba di Surabaya. Di tengah pelayaran, ia sempat merasakan guncangan gempa bumi yang melanda NTT.
Lahir di Pati dan besar di NTT, Rizal memilih UMKU karena kedekatannya dengan kampung halaman serta prestasi kampusnya. “Saya mencari kampus kesehatan yang dekat dengan kampung halaman saya di Pati, dan pilihan jatuh pada UMKU,” ujarnya.
Baca juga: 1.500 Anak di Kudus Tidak Sekolah, Bupati Instruksikan Sisir Lapangan
Terjang Abu Vulkanik
Perjuangan serupa dialami Jelita Laura Dikeysa, mahasiswi S1 Kebidanan asal Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Sumatera Selatan. Ditemani sang ayah, ia menempuh perjalanan laut selama hampir 24 jam.
Di tengah penyeberangan, kapal yang ditumpanginya sempat terdampak paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Berkat keteguhan hatinya, ia tetap tenang hingga tiba di Kudus dengan selamat.
“Waktu erupsi, saya tidak panik. Alhamdulillah setelah perjalanan hampir 24 jam, akhirnya bisa sampai Kudus dengan selamat,” kenang Jelita yang termotivasi melanjutkan tradisi keluarga di dunia medis. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin














