LINIKATA.COM, PATI – Kabupaten Pati bersiap mengirimkan ratusan kontingen terbaiknya dalam ajang prestisius Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah tahun 2026. Sebanyak 343 atlet dari 39 cabang olahraga (cabor) dipastikan bakal diterjunkan untuk mendulang prestasi.
Kendati demikian, proses pemantapan dan pembinaan ratusan atlet tersebut masih menyisakan kendala klasik pada sektor pendanaan. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pati mengakui bahwa anggaran yang ada saat ini masih belum mencukupi kebutuhan kontingen secara keseluruhan.
Bendahara KONI Kabupaten Pati, Sukarno, mengungkapkan bahwa pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2026, pihaknya sebenarnya telah menerima alokasi dana pembinaan atlet sebesar Rp7,2 miliar yang disalurkan langsung ke masing-masing cabor. Selain itu, terdapat pos anggaran sebesar Rp2,3 miliar yang dialokasikan untuk operasional rutin KONI.
Baca juga: Dapat Anggaran Rp2,3 M, KONI Pati Sebut Kurang untuk Persiapan Porprov Jateng
Namun, besaran dana tersebut dinilai belum memadai untuk mengamankan seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan Porprov Jateng mendatang. Alhasil, KONI Pati harus mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp1,7 miliar melalui APBD Perubahan.
“Untuk koni yang murni 2026 ini yang untuk cabor 7,2 miliar langsung ke masing-masing cabor. Yang 2,3 untuk operasional Koni. Untuk pelaksanaan Porprov ini olahraga Provinsi masih kurang 1,7 miliar di perubahan ini,” jelas Sukarno.
Berharap Restu Banggar dan Plt Bupati Pati
Pihaknya sangat berharap usulan tambahan dana segar tersebut dapat segera diketok dan disetujui oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Pengesahan anggaran ini dinilai sangat krusial agar seluruh program pemusatan latihan dan kebutuhan kontingen dapat berjalan optimal.
“Mudah-umahan nanti banggar maupun Pak Plt Bupati bisa menyetujui sehingga kita bisa minimalis untuk pelaksanaan Porprov Jateng,” terangnya.
Baca juga: Diperkuat Karateka Nasional, Forki Pati Pede Dapat 3 Emas Porprov Jateng
Sukarno tak menampik, jika usulan dana di APBD Perubahan tersebut gagal cair, hal itu akan berdampak langsung terhadap moril dan mental bertanding para atlet di lapangan, khususnya menyangkut hak saku maupun dukungan fasilitas tim monitoring.
“Otomatis semangat dari atlet menurun karena apa, uang sakunya minimalis. Terus kegiatan-kegiatan yang di sana pada saat kita monitoring otomatis juga minimalis juga,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin













