LINIKATA.COM, REMBANG – Sembilan siswa SMAN 1 Lasem sampai saat ini masih menjalani rawat inap di Puskesmas Lasem, Jumat (4/9/2026). Mereka merupakan korban dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Puskesmas Lasem, Joko Paryanto, mengungkapkan bahwa total keseluruhan pasien asal SMAN 1 Lasem yang mendatangi fasilitas kesehatan tersebut sejak hari pertama mencapai 28 orang, yang terdiri atas 23 siswa dan lima guru.
”Dari total 28 orang tersebut, sampai hari ini yang masih menjalani rawat inap ada sembilan orang. Gejala rata-rata yang dialami meliputi diare, mual, muntah, nyeri perut, hingga pusing,” ujar Joko.
Ia merinci, kelima guru yang sempat mendapatkan penanganan medis dipastikan hanya menjalani rawat jalan. Sementara itu, dari total 23 siswa yang ditangani, sembilan di antaranya harus di-opname karena kondisi fisik yang belum stabil.
Baca juga: 777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Tumbang Diduga Keracunan MBG
Pasien Dirawat di UGD
Lonjakan pasien susulan yang berdatangan sejak Jumat pagi membuat kapasitas ruang rawat inap di Puskesmas Lasem mengalami overkapasitas. Situasi ini lantaran fasilitas kesehatan tersebut juga harus melayani pasien umum lainnya.
Akibat keterbatasan ketersediaan kamar, tiga pasien susulan terpaksa harus mendapatkan perawatan intensif di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).
Kendati demikian, pihak medis memastikan kondisi kesembuhan para siswa yang dirawat mulai menunjukkan tren positif. Penanganan difokuskan untuk mencegah risiko dehidrasi lanjutan melalui pemberian cairan infus.
”Yang terpenting pencegahan dehidrasi. Kami sudah berikan infus cairan dan harapannya para siswa bisa segera pulih,” pungkas Joko.
Baca juga: Usai Dugaan Keracunan MBG, 209 Siswa SMAN 1 Lasem Hari Ini Izin Sakit
Salah seorang siswi yang harus menjalani perawatan di UGD, Amel, mengaku kondisi fisiknya sudah melemah sejak Kamis (3/9/2026) malam. Upaya pengobatan mandiri di rumah tidak kunjung membuahkan hasil hingga akhirnya pihak keluarga memutuskan membawanya ke puskesmas.
”Keadaan sudah lemas, makanya orang tua langsung bawa ke sini supaya dapat penanganan langsung. Sebelumnya dirawat di rumah dan dikasih obat sama Bunda yang kebetulan apoteker. Tapi karena tidak mempan, akhirnya dibawa ke puskesmas. Sekarang masih di UGD karena belum dapat kamar, katanya kamarnya penuh,” tutur Amel. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin













