LINIKATA.COM, REMBANG – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, berangsur normal usai tragedi dugaan keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (4/9/2026). Namun, ratusan siswa terpaksa izin sekolah karena kesehatannya belum pulih.
Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengungkapkan, hari ini jumlah warga sekolah yang mengeluhkan gangguan pencernaan mengalami penurunan dibanding hari sebelumnya. Jika pada Kamis (3/9/2026) tercatat ada 752 siswa yang mengeluh sakit, hari ini jumlah siswa yang izin tidak masuk karena sakit menyusut menjadi 209 orang.
”Alhamdulillah sudah banyak yang membaik dan hari ini sudah bisa mengikuti KBM di kelas. Sekolah tetap berjalan masuk normal seperti biasa,” ujar Juhartutik.
Baca juga: 777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Tumbang Diduga Keracunan MBG
Menindaklanjuti insiden tersebut, pihak sekolah bergerak cepat dengan menyebarkan survei internal melalui formulir digital kepada seluruh guru dan siswa. Langkah ini ditempuh guna menjaring aspirasi serta mengevaluasi keberlanjutan program MBG di lingkungan sekolah.
”Sejak kemarin sore sudah ada sekitar 400 responden yang mengisi. Nanti hasilnya akan kami tindak lanjuti untuk menentukan apakah program MBG ini akan dilanjutkan atau tidak di sekolah kami,” tambahnya.
Juhartutik juga menyebutkan bahwa pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan selaku vendor penyedia makanan telah mendatangi sekolah secara langsung untuk menyampaikan permohonan maaf serta menjelaskan kronologi penyiapan hingga distribusi menu makanan.
Siswa Trauma, Hindari Jatah MBG
Di sisi lain, bayang-bayang trauma masih dirasakan oleh sejumlah siswa yang memaksakan diri hadir ke sekolah demi mengikuti agenda akademik. Salah seorang siswi, Ihzatin, mengaku tetap berangkat meskipun kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya.
”Sudah tidak diare, tetapi masih pusing. Kemarin sempat diare sampai enam kali dan menjalani perawatan mandiri di rumah. Saya tetap berangkat hari ini karena ada ulangan matematika,” tutur Ihzatin.
Ia menceritakan, menu makanan yang disantapnya pada Rabu (2/9/2026) lalu terdiri dari nasi, ayam bakar, tempe, dan buah semangka. Pengalaman buruk terserang gangguan pencernaan massal membuatnya enggan menyentuh jatah paket makanan MBG untuk sementara waktu.
”Masih trauma, mungkin untuk sementara tidak makan MBG dulu,” ungkapnya.
Baca juga: Korban Dugaan Keracunan MBG di Rembang Tambah jadi 299 Orang dari 3 Sekolah
Sebelumnya, insiden mengejutkan ini melanda 777 warga SMAN 1 Lasem yang terdiri atas 752 siswa dan 25 guru. Mereka mendadak mengalami gejala pusing, diare, hingga muntah-muntah massal pada Kamis (3/9/2026) pagi.
Kondisi tersebut sempat memicu kepanikan hingga fasilitas toilet sekolah kewalahan, memaksa pihak sekolah memulangkan siswa lebih awal. Sebanyak 21 orang sempat dilarikan ke Puskesmas Lasem, dengan 4 di antaranya harus menjalani opname akibat dehidrasi berat. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin














