LINIKATA.COM, KUDUS – Pemkab Kudus mematangkan persiapan menjelang turnamen sepak bola putri internasional, Srikandi Merdeka Cup 2026, yang digelar Agustus ini. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan demi menyukseskan ajang yang akan mendatangkan ratusan warga asing ke Kabupaten Kudus.
Maka dari itu, Bupati mengimbau seluruh masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi para pemain, suporter, dan pendamping dari mancanegara. Sektor kuliner menjadi salah satu sorotan utama demi memberikan kesan positif bagi para tamu internasional.
”Terutama kulineran, jaga kesehatan, jaga higienis sehingga masyarakat dari luar negeri punya kesan yang baik. Ini kesempatan mempromosikan Kudus agar saat pulang, mereka membawa kesan positif dan bahkan berinvestasi pada suvenir atau kuliner kita di mancanegara,” ujar Sam’ani.
Baca juga: Turnamen Sepak Bola Putri Terbesar Digelar di Kudus, Disiarkan di 7 Negara
Bupati Kudus Tegaskan Larangan ‘Mremo’
Menanggapi isu adanya pedagang yang kerap menaikkan harga secara sepihak saat ada acara besar (mremo), Sam’ani menegaskan tindakan tegas akan diambil. Dinas Perdagangan segera menggelar rapat, untuk memastikan seluruh pedagang memasang daftar harga tetap.
”Harga harus sudah tetap di dalam daftar. Tidak boleh ada yang mremo. Kalau bisa, kita justru adakan great sale atau diskon-diskon,” ujarnya.
Senada dengan Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Eko Djumartono, menyatakan penataan masif kini menyasar para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan UMKM. Fokus penataan berpusat di tiga titik utama, yaitu Alun-alun Kudus, Balai Jagong, dan kawasan Lapangan Rendeng yang dekat dengan venue pertandingan di Supersoccer Arena.
Baca juga: Setengah Hari Dapat Rp540 Ribu, Pengemis di Makam Sunan Kudus Ngaku Sepi
Aturan Ketat PKL dan Pembagian Shift Lapak
Demi menjaga estetika di mata delegasi enam negara peserta, yakni Malaysia, Hong Kong, Arab Saudi, Thailand, Singapura, dan Yordania, aturan ketat pun diberlakukan. Pedagang wajib memakai celemek dan menyediakan tempat sampah mandiri agar kawasan tidak kumuh.
Khusus di Lapangan Rendeng, karena keterbatasan 24 tenda untuk 51 PKL, Dinas Perdagangan menerapkan sistem pergantian lapak (shift) secara adil. PKL diizinkan beroperasi penuh mulai pukul 12.00 hingga 22.00 WIB.
”Dinas Perdagangan dan Satpol PP juga dipastikan bersinergi untuk menjaga ketertiban di sekitar lokasi pertandingan selama turnamen berlangsung,” pungkasnya. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin














