LINIKATA.COM, PATI – Berkah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia mulai dirasakan oleh para pedagang pernak-pernik kemerdekaan di Kabupaten Pati. Salah seorang penjual bendera Merah Putih di Kecamatan Margorejo mengaku kebanjiran pesanan hingga mengalami lonjakan penjualan mencapai 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan omzet drastis tersebut dirasakan oleh Ahbarina Novia Rahma, pemilik lapak bendera di Jalan Indrakila Nomor 2, PSI Sukoharjo, Margorejo. Rina, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa permintaan pasar mulai membeludak sejak akhir Juli 2026.
”Peningkatan penjualan bendera dari tahun kemarin sekitar 80 persen. Yang paling banyak dicari terutama layur ukuran 4 meter, 5 meter, 6 meter, serta bendera untuk rumah. Kemudian ada bendera renteng segitiga, itu yang paling meningkat,” ujar Rina, Sabtu (8/8/2026).
Baca juga: Berawal dari Kos-kosan, Terasi Oven Asal Rembang Kini Tembus Mancanegara
Layanan Eceran Hingga Grosir, Harga Mulai Rp3 Ribu
Rina melayani berbagai pola pembelian, mulai dari skala eceran hingga partai besar atau grosir. Variasi harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, disesuaikan dengan jenis dan ukuran bendera.
”Kalau eceran mulai dari Rp3 ribu untuk yang paling murah, yaitu bendera peluit. Untuk grosir paling murah Rp300. Sementara yang termahal sekitar Rp200 ribu untuk umbul-umbul ukuran 10 meter,” jelasnya.
Untuk bendera Merah Putih standar rumah hingga lapangan upacara, ukurannya bervariasi mulai dari 40×60 sentimeter hingga ukuran besar, dengan kisaran harga Rp15 ribu sampai Rp200 ribu.
Dalam sehari, Rina mampu memutar volume penjualan hingga 2 kodi untuk transaksi eceran dan mencapai 10 kodi untuk pengiriman grosir.
Baca juga: Hallo Buket Pati, Tempat Berburu Kado Unik Mulai Rp15 Ribuan
Tembus Pasar Luar Jawa Berkat Promosi TikTok
Menariknya, jangkauan pasar dagangan Rina tidak hanya sebatas konsumen lokal Kabupaten Pati dan sekitarnya. Produk benderanya kini berhasil menembus pasar antarpulau berkat strategi pemasaran digital.
”Pembeli ada dari sekitar sini dan berbagai kota. Yang paling jauh ada yang pesan dari Papua, Kalimantan, hingga Bali,” terangnya.
Rina memanfaatkan platform media sosial, khususnya TikTok, untuk mempromosikan barang dagangannya secara konsisten. Langkah tersebut terbukti ampuh menarik para pedagang daerah lain untuk membeli pasokan bendera secara grosir darinya.
”Promosi untuk luar Jawa itu mereka tahunya dari TikTok, karena saya push di medsos. Kemudian mereka istilahnya kulakan di Jawa sini,” tandas Rina.
Selain bendera dan umbul-umbul, ia juga menyediakan berbagai kelengkapan perayaan kemerdekaan lainnya seperti stiker pipi, peluit lomba, hingga peralatan Pramuka dan tongkat semapur yang turut mengalami lonjakan permintaan. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














