LINIKATA.COM, KUDUS – Pabrik Gula (PG) Rendeng, Kabupaten Kudus, diguncang insiden maut. Seorang pekerja musiman tewas seketika setelah tertimpa komponen pengangkat tebu (crane) yang jatuh dari ketinggian pada Sabtu dini hari (8/8/2026).
Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 03.50 WIB ini bermula ketika alat crane yang sedang dalam posisi kosong hendak mengambil muatan tebu. Secara tiba-tiba, tali baja (sling) penghubung pada mesin tersebut mengalami putus.
Wakil Manajer Teknis PG Rendeng, Yuke Adetya, menjelaskan bahwa komponen pengait crane yang memiliki berat sekitar 80 kilogram tersebut sempat membentur bak truk sebelum akhirnya memantul ke arah luar area muat.
”Posisinya kembali mau mengangkat tebu, kosong, nggak ada bebannya. Putus, dia nabrak bak truk, kena baknya sedikit, terus nggak masuk ke bak truknya tapi malah keluar,” terang Yuke saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2026).
Baca juga: Konvoi Bawa Sajam Diduga Hendak Tawuran di Dawe Kudus, 4 Remaja Diamankan Polisi
Dengan posisi jatuh dari ketinggian berkisar antara tiga hingga empat meter, benturan keras dari komponen besi tersebut mengenai tubuh korban hingga berakibat fatal. Meskipun korban telah melengkapi diri dengan alat pelindung berupa helm keselamatan, hantaman benda berat tersebut tidak dapat dihindarkan.
Yuke menambahkan bahwa area di sekitar lokasi kejadian memiliki ruang gerak yang relatif sempit. Korban diketahui bukan merupakan operator utama crane yang bertugas di zona tersebut.
PG Rendeng Sebut Diperiksa Berkala
Menanggapi insiden ini, pihak manajemen PG Rendeng memastikan bahwa seluruh perangkat operasional telah melalui prosedur pemeriksaan keselamatan kerja secara berkala. Pihak pabrik mengklaim memiliki dokumen resmi hasil uji kelayakan alat yang melibatkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) sebelum musim giling resmi dimulai.
”Kami setiap tahun ini ada dokumennya. Kami periksakan di Disnaker. Dia keluar surat keterangan,” tegasnya.
Baca juga: Gara-Gara Toilet, SPBU di Jalan Jenderal Sudirman Kudus Ditutup Sementara
Sebagai langkah lanjutan pascainsiden, manajemen memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas operasional pada unit alat yang berkaitan dengan kecelakaan kerja tersebut. Langkah ini diambil guna menghormati proses investigasi yang sedang berjalan.
”Masih ada tim penyidik, saksi-saksinya baru diperiksa. Sementara ini nggak saya gunakan dulu,” pungkas Yuke.
Polisi Selidiki Kasus Kecelakaan Kerja
Secara terpisah, Kapolsek Kudus AKP Subkhan membenarkan adanya peristiwa kecelakaan kerja di lingkungan pabrik gula tersebut. Penanganan dan penyelidikan mendalam atas kasus ini kini telah dilimpahkan sepenuhnya kepada pihak Polres Kudus guna mengungkap detail penyebab pasti putusnya sling baja maut tersebut. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin














