LINIKATA.COM, PATI – Aliansi Pati Ora Sepele (POS) menyiapkan serangkaian kegiatan untuk memperingati sekaligus merefleksikan aksi Demontrasi 13 Agustus 2025. Dalam rangkaian acara tersebut, POS berencana menghadirkan lembaga nasional seperti Indonesia Corruption Watch (ICW) hingga reuni akbar di Alun-Alun Pati.
Rangkaian refleksi akan dikemas melalui agenda Urun Rembug Warga yang dipusatkan di Pendopo Kecamatan Tayu selama dua hari, yakni pada 11–12 Agustus 2026.
Koordinator POS, Suharno, menjelaskan bahwa hari pertama Urun Rembug Warga akan berfokus pada pembahasan isu agraria dan lingkungan, mengambil studi kasus di Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak.
”Terkait kegiatan tersebut akan dihadiri oleh IHCS (Indonesia Human Rights Committee for Social Justice), lembaga yang fokus pada isu hak asasi manusia dan keadilan sosial. Terus akan dihadiri oleh DPRD serta BPN Pati,” terang Suharno, Jumat (7/8/2026).
Baca juga:
Bahas Isu Korupsi dan Ketimpangan Hukum
Suharno melanjutkan, pada hari kedua Urun Rembug Warga, pembahasan akan digeser pada evaluasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Pati terkait ketimpangan sosial, penegakan hukum, serta pengawasan tata kelola pemerintahan yang transparan dan bebas korupsi.
Untuk membedah persoalan tersebut, POS mengundang sejumlah lembaga kajian dan organisasi sipil nasional, seperti ICW, CELIOS, Aliansi Petani Indonesia (API), hingga Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.
”Kami juga akan mengundang pihak Plt Bupati Pati serta jajaran perwakilan dari DPRD,” ungkapnya.
Di samping diskusi kritis, POS juga menyiapkan Panggung Rakyat sebagai wadah ekspresi seni dan perjuangan warga. Agenda ini akan diisi dengan penyampaian pernyataan sikap, pembacaan puisi, stand-up comedy, hingga pertunjukan parade band lokal.
Baca juga:
Puncak Refleksi Digelar di Alun-Alun Pati
Puncak dari seluruh rangkaian refleksi satu tahun perlawanan rakyat Pati akan bermuara di Alun-alun Simpang Lima Pati pada Kamis (13/8/2026). Seluruh poin rekomendasi dan hasil kesepakatan dari Urun Rembug Warga akan diserahkan langsung kepada jajaran eksekutif dan legislatif.
”Rentetan kegiatan tersebut akan kami tutup pada tanggal 13 Agustus, yaitu Refleksi 1 Tahun Perlawanan Rakyat Pati di Alun-Alun Kabupaten Pati untuk menyampaikan hasil urun rembug kepada eksekutif serta legislatif dan pengawalannya,” jelas Suharno.
Ia menegaskan, gerakan ini bertujuan untuk merawat konsistensi masyarakat dalam mengawal setiap kebijakan publik agar berpihak pada keadilan sosial dan ekonomi warga Pati.
Sebelum menggelar rangkaian acara di Pati, POS juga merencanakan aksi pengawalan persidangan kasus dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang pada Senin (10/8/2026). (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














