LINIKATA.COM, PATI – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menetapkan status tanggap darurat kekeringan pada Kamis (17/9/2026). Kebijakan ini ditempuh setelah krisis air bersih terus meluas ke 40 desa di 10 kecamatan.
Kondisi darurat tersebut menggerakkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Pati menggelar Salat Istisqa pada Jumat (18/9/2026). Ibadah ikhtiar memohon hujan kepada Allah SWT ini diikuti oleh puluhan warga binaan.
Bertindak sebagai imam dan khatib dalam pelaksanaan ibadah tersebut adalah dua Penyuluh Agama Islam dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati.
Baca juga:
Ajak Muhasabah dan Dropping Air Bersih
Khatib Salat Istisqa, Sutrisno, mengajak jemaah untuk bermuhasabah, memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah SWT, serta meningkatkan rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan.
“Di tengah langit yang menanti hujan, kami menundukkan kepala dan bermuhasabah, mungkin yang perlu terlebih dahulu dibasahi bukan hanya bumi, tetapi hati kami yang telah lama kering dari istighfar dan syukur,” ujarnya.
Sutrisno berharap melalui Salat Istisqa dan doa bersama tersebut, Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya setelah kemarau berlangsung cukup panjang.
Di sisi lain, para penyuluh agama Islam juga mengajak masyarakat untuk melakukan ikhtiar nyata dengan menggerakkan dropping air bersih bagi warga yang membutuhkan. Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menghadapi dampak musim kemarau. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













