LINIKATA.COM, PATI – Massa Pati Ora Sepele (POS) akan mengawal sidang dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pati Nonaktif Sudewo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (10/8/2026) pekan depan. Ini merupakan rangkaian peringatan refleksi satu tahun aksi Demontrasi 13 Agustus 2025.
Koordinator POS, Suharno, mengungkapkan, tujuan pengawalan sidang itu sebagai bentuk dukungan moral terhadap agenda pemberantasan korupsi di Bumi Mina Tani.
”Kami akan hadir di Pengadilan Tipikor Semarang untuk menyampaikan pernyataan sikap atas perkara hukum Tipikor Bupati Nonaktif Pati, Sudewo. Poin intinya, masyarakat Pati mendukung penuh pemberantasan tindak pidana korupsi yang sedang diproses,” tegas Suharno saat ditemui di depan Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (7/8/2026).
Baca juga: Setahun Demo 13 Agustus, POS Undang ICW hingga Aksi di Alun-Alun Pati
Dorong Pengesahan UU Perampasan Aset
Selain mengawal jalannya persidangan, Suharno menjelaskan bahwa aksi di Pengadilan Tipikor Semarang juga akan dimanfaatkan untuk menyuarakan aspirasi berskala nasional. Salah satunya mendorong pemerintah pusat dan DPR RI agar tidak mengulur waktu dalam merampungkan regulasi penindakan koruptor.
”Masyarakat Kabupaten Pati mendorong agar segera mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset bagi pelaku korupsi. Karena kami menilai, praktik korupsi secara nyata telah membunuh hak-hak dasar rakyat,” lanjutnya.
Guna memobilisasi massa, POS telah menyiapkan armada bus yang diperkirakan bakal mengangkut sedikitnya 100 orang perwakilan warga ke Semarang.
Baca juga: Hari Jadi Pati, Plt Bupati Pamer Kemiskinan Turun dan Perbaikan Jalan
Imbau Massa Hindari Gesekan
Mengenai potensi dinamika di lapangan—termasuk kemungkinan bertemu dengan kelompok pendukung Sudewo—Suharno mengimbau seluruh elemen masyarakat yang ikut agar tetap mengedepankan sikap dewasa dan moderat.
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam menyikapi sebuah proses hukum merupakan hal yang lumrah dalam iklim demokrasi, sehingga tidak perlu direspons dengan tindakan anarki.
”Ini bagian dari dinamika demokrasi, pro dan kontra itu hal yang wajar. Kita akan tetap mengedepankan sikap kedewasaan dan mengusahakan untuk menghindari benturan antarsesama warga,” imbau Suharno.
Ia juga berpesan agar peserta aksi tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya mencederai niat murni pengawalan kasus korupsi tersebut. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













