Inti Berita:
- Wilayah & Lokasi: TPS Desa Plosojenar, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati
- Esensi perkara: Kebakaran hebat lahan sampah TPS akibat merembet dari pembakaran lahan tebu berdekatan
- Data kunci: 13 unit truk Damkar diterjunkan, estimasi padam 3–4 hari, tidak ada korban jiwa, lapak pengepul barang bekas selamat
LINIKATA.COM, PATI – Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Desa Plosojenar, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, terbakar hebat, Rabu (23/9/2026). Proses pemadaman berlangsung lambat karena terkendala angin kencang.
Sampai saat ini, belasan mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Mobil damkar tersebut berasal dari Pos Pati, Pos Juwana, BPBD, DPUTR, hingga AWC Polresta Pati.
Baca juga: Kebakaran di Loram Wetan Kudus: Gudang Kertas Ludes, 3 Rumah dan Truk Ikut Hangus
Api Sulit Padam
Kepala Bidang Damkar Linmas Satpol PP Kabupaten Pati, Dwi Prasetyo, mengungkapkan eskalasi armada ditambah dari semula 8 unit menjadi 13 unit setelah 5 jam penanganan awal terkendala cuaca.
“Tadi delapan saya sampaikan, sekarang ada 13,” jelas Dwi, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, kondisi tiupan angin kencang di lapangan menyulitkan penentuan titik tembak air, sehingga estimasi total pemadaman memakan waktu 3 sampai 4 hari. Belum lagi material sampah yang mudah terbakar.
“Lama. Padamnya Tiga sampai empat hari perkiraan. Lihat angin juga, terus nanti kita cari posisi yang aman untuk memadamkan biar apinya tidak meluas,” imbuhnya.
Baca juga: 87 Kasus Kebakaran Landa Pati dalam 8 Bulan, Satu Warga Tewas
Kronologi kebakaran
Dia menjelaskan, pemicu kebakaran bermula dari aksi pembakaran lahan tebu di dekat area TPS yang tersapu angin kencang.
Beruntung, kesigapan petugas mencegah api menjilat lapak pengepul barang bekas di sekitar lokasi.
“Korban tidak ada. Kalau tidak cepat datang tempat pengumpulan barang bekas bisa kena. Alhamdulillah dari pengepul barang bekas masih aman,” kata Dwi.
Menyikapi insiden ini, pihak damkar melarang warga melakukan pembakaran sampah atau lahan pada jam rawan angin kencang pukul 12.00–17.00 WIB, serta menyarankan opsi aman di atas pukul 20.00 WIB. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













