LINIKATA.COM, KUDUS – Momentum peringatan Hari Jadi Kota Kudus ke-477 tidak hanya menjadi panggung unjuk kreativitas budaya, tetapi juga terbukti ampuh menggerakkan perekonomian masyarakat bawah.
Gelaran karnaval budaya yang memadati jalan-jalan utama Kota Kretek ini, sukses memicu perputaran ekonomi bagi ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Pedagang Kaki Lima (PKL).
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa esensi dari perayaan tahun ini berakar pada tema besar “Urup Nguripi”. Filosofi yang diusung bersama Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton ini menekankan pentingnya kolaborasi untuk saling menghidupkan dan menguatkan ekonomi daerah.
‘’Sesuai tema Urup Nguripi, kami ingin masyarakat kembali bergeliat, baik dalam berdagang maupun bekerja. Ketika aktivitas ekonomi ini berjalan, daya beli masyarakat akan terangkat, menuju tatanan masyarakat yang sejahtera secara lahir dan batin,’’ tutur Sam’ani di sela-sela kepadatan acara.
Baca juga: Semarak Hari Jadi Kudus, Sebulan Penuh Hotel-Restoran Pasang Great Sale
Tradisi Kajatan Pukau Penonton
Karnaval tahun ini menyuguhkan visualisasi kekayaan tradisi yang hidup di desa-desa dan institusi pendidikan. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian dan mendapat apresiasi langsung dari Bupati adalah suguhan kearifan lokal dari SMP 1 Kudus.
Sekolah tersebut secara apik mementaskan replika tradisi kajatan atau kenduri lokal. Bagi Sam’ani, penampilan tersebut membawa pesan moral yang mendalam dan sangat relevan dengan situasi sosial saat ini.
‘’Tampilan kajatan dari SMP 1 itu bukan sekadar tontonan, melainkan pengingat akan pentingnya kearifan lokal. Di sana ada nilai budaya berbagi, bersedekah, serta kepedulian untuk saling memperhatikan antarwarga. Nilai-nilai muri-muri (merawat) budaya seperti ini yang harus terus kita angkat ke permukaan,’’ kata Bupati.
Pihaknya juga mendorong agar desa-desa dan sekolah lain dapat mengolah potensi kuliner dan kearifan lokal menjadi objek wisata yang bernilai ekonomi tinggi.
Baca juga: Hasil Kajian Sejarah, Hari Jadi Kudus Resmi Pindah ke 23 Agustus
Pesan untuk Wisatawan
Dengan tingginya animo masyarakat dan pendatang yang memadati area karnaval, kompleks perkotaan Kudus sempat mengalami kepadatan arus lalu lintas. Menyikapi hal tersebut, Bupati menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para pengguna jalan yang perjalanannya sempat terganggu.
Kendati demikian, Sam’ani mengingatkan bahwa keramaian ini menjadi bukti daya tarik Kudus sebagai kota wisata religi dan sejarah. Ia berpesan agar seluruh warga Kudus senantiasa menjaga kebersihan lingkungan serta menjaga kesehatan demi memberikan kesan terbaik bagi para pelancong.
‘’Wisatawan dan para peziarah yang datang ke Kudus adalah aset berharga kita. Kita wajib menjaga kenyamanan mereka dan menghormati kehadirannya. Dengan kota yang bersih dan ramah, wisatawan akan betah, dan ekonomi kreatif kita akan terus berputar,’’ pungkas Sam’ani. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin













