LINIKATA.COM, PATI – Kasus dugaan teror penembakan yang menimpa warga Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, kian memanas. Usai kasusnya viral di media sosial, korban dikabarkan mendapat teror susulan berupa ancaman serius agar segera mencabut laporan kepolisian.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kuasa Hukum Korban, Kristoni Duha, saat ditemui di Mapolresta Pati, Senin (31/8/2026). Berdasarkan keterangan kliennya, intimidasi tersebut datang dari pihak yang mengaku sebagai oknum aparat penegak hukum melalui pesan WhatsApp.
“Memang ada informasi yang kita terima bahwa ada oknum polisi yang minta supaya laporannya dicabut. Bahkan ada ancaman-ancaman melalui WA untuk tujuannya meminta agar pelapor ini mencabut laporannya atau tidak mempermasalahkan peristiwa itu,” ungkap Toni.
Tak tanggung-tanggung, bentuk ancaman yang diterima korban tidak hanya sebatas desakan pencabutan, melainkan sudah mengarah pada keselamatan jiwa berupa ancaman penangkapan hingga pembunuhan.
“Kalau enggak [dicabut] bisa diancam dibunuh atau ditangkap juga,” bebernya.
Baca juga: Polisi Ungkap Fakta Kasus Dugaan Teror di Kajar Pati: Pengrusakan dari Dalam Rumah
Sebut Barang Bukti Belum Ketemu
Toni menyebutkan, gelombang intimidasi tersebut mulai berdatangan pasca-peristiwa penembakan itu mencuat dan menjadi perbincangan publik di ruang digital. Apalagi, peristiwa itu berbarengan dengan ayah korban yang ikut aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Jakarta pada 27 Agustus 2026.
“(Ancaman sejak) beberapa hari yang lalu, setelah teman-teman ini atau saksi ini menyampaikan statement atau pernyataan di media terkait peristiwa tersebut,” kata dia.
Disinggung mengenai barang bukti di lokasi kejadian, Toni menuturkan bahwa hingga saat ini baru ditemukan sejumlah gotri yang tercecer di dekat kaca rumah korban yang pecah. Sementara proyektil peluru yang diduga digunakan pelaku belum berhasil ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).
“Nah, memang sampai sekarang yang ditemukan itu hanya sebatas gotri. Tapi untuk yang kita duga pelurunya belum kita temukan hingga hari ini. Kita nggak tahu kenapa belum ditemukan atau sempat disapu ya kan, tapi tercampak ke mana. Tapi nanti coba dicari lagi mudah-mudahan,” ujar Toni.
Baca juga: Rumah Sopir Botok AMPB di Trangkil Pati Diduga Diteror, Ditemukan 4 Peluru
Perbedaan Temuan Arah Tembakan
Selain itu, pihak kuasa hukum juga masih bersikukuh dengan argumennya bahwa arah tembakan dugaan teror tersebut berasal dari luar rumah, bertolak belakang dengan hasil penyelidikan awal yang dirilis Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jateng.
“Kalau kita lihat dari luar, bukan dari dalam. Itu terlihat sekali itu dari luar,” tegas Toni. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













