LINIKATA.COM, PATI – Dugaan aksi teror dan intimidasi menyasar kediaman sopir Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok di Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Dalam aksi tersebut, pintu kaca utama rumah pecah dan berlubang akibat dugaan penembakan peluru gotri.
Pemilik rumah, Sri Suryanti, menceritakan bahwa dirinya baru menyadari kerusakan pada kaca pintu depan rumahnya pada Selasa (25/8/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat sedang menyapu lantai di area masuk, ia kaget menemukan empat butir gotri terserak di dalam rumah.
”Tahunya pagi jam 10-an saat saya menyapu rumah, tahunya ada peluru ada empat biji. Ditemukan di dalam dekat pintu,” ungkap Sri, Rabu (26/8/2026).
Baca juga: Gandeng Pemkab Pati, Pengembang Perumahan Bedah Rumah Warga Sukoharjo
Korban Cemas dan Trauma
Meski tidak ada korban terluka dalam insiden tersebut, Sri mengaku trauma dan cemas. Pihaknya menduga kuat insiden ini ada kaitannya dengan aktivitas sang suami yang ikut bertolak ke Jakarta sebagai sopir pendamping Supriyono Botok untuk menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).
Sri menilai rentetan teror pengerusakan pintu rumah dengan senapan/peluru gotri ini merupakan wujud intimidasi nyata jelang pemberangkatan massa ke ibu kota.
”Mudah-mudahan jangan sampai gini, ini kan intimidasi namanya, ini kita juga takut. Sampai tadi malam kami komunikasi sama teman-teman sama suami saya juga,” keluhnya.
Baca juga: Ratusan Massa AMPB Berangkat Demo ke Jakarta, Bus Sempat Dihalang-halangi
Polresta Pati Selidiki
Sementara itu, Kapolsek Trangkil AKP Suntoro menyampaikan bahwa jajaran kepolisian telah menerjunkan personel ke lokasi kejadian usai menerima informasi adanya kerusakan pada bangunan milik warga tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi kondusif sekaligus mengumpulkan bahan keterangan awal.
Pihak kepolisian mengonfirmasi temuan pecahan kaca serta empat butir gotri besi di dalam area rumah korban. Kendati demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kerusakan serta asal-usul proyektil benda tersebut.
”Bhabinkamtibmas bersama perangkat desa sambang dan monitoring kejadian tersebut. Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kerusakan serta keterkaitan benda yang ditemukan dengan peristiwa tersebut,” jelas AKP Suntoro. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













