LINIKATA.COM, PATI – Pemerintah Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, menggaet YAKKUM Emergency Unit (YEU) untuk menggelar Diskusi Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) di Balai Desa Banyutowo, Kamis (23/7/2026). Langkah ini dilakukan guna mengukur secara presisi tingkat kesiapsiagaan, kapasitas, serta potensi wilayah dalam menghadapi ancaman bencana.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB tersebut diikuti sekitar 15 peserta. Mereka merupakan perwakilan dari unsur pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat setempat.
Project Manager YEU Pati sekaligus fasilitator PKD, Eli Sunarso, menjelaskan bahwa PKD merupakan instrumen resmi besutan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 2019 yang kini diintegrasikan dengan Indeks Desa. Data hasil penilaian ini nantinya diinput ke sistem berbasis web milik BNPB untuk menentukan klasifikasi Desa Tangguh Bencana (DESTANA), mulai dari kategori Pratama, Madya, hingga Utama.
“Melalui Penilaian Ketangguhan Desa, kita dapat mengetahui kondisi desa secara menyeluruh, mulai dari potensi ancaman bencana, tingkat kerentanan, hingga kapasitas yang dimiliki,” ujar Eli di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, hasil dari penilaian tersebut bakal menjadi pijakan utama dalam menyusun Rencana Aksi Pengurangan Risiko Bencana di tingkat desa. “Setelah Desa Banyutowo, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di Desa Tegalombo, Tunggulsari, dan Keboromo,” imbuhnya.
Baca juga: Kemas Edukasi Interaktif, YEU Latih Remaja Tegalombo Pati Tanggap Bencana
BPBD dan Pemdes Tekankan Objektivitas
Sementara itu, Kepala Desa Banyutowo, Sunaryo, mengimbau seluruh peserta diskusi untuk memberikan data dan penilaian secara transparan. Hal itu krusial agar pemetaan kekuatan maupun kelemahan mitigasi di desanya dapat tergambar akurat.
“Kami berharap melalui proses ini kesiapsiagaan Desa Banyutowo terhadap bencana dapat terus meningkat. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh peserta untuk berdiskusi dan memberikan penilaian secara objektif sesuai dengan kondisi yang ada,” tegas Sunaryo.
Baca juga: YEU Latih Warga Tunggulsari Pati Beradaptasi dengan Banjir Rob
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Pati. Sekretaris BPBD Kabupaten Pati, Eko Budi Santoso, menilai kolaborasi antara Pemdes Banyutowo dan YEU merupakan wujud sinergi nyata dalam membangun ketahanan masyarakat berbasis kawasan.
“Saya mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pati menyampaikan terima kasih kepada YAKKUM Emergency Unit yang telah mendukung Pemkab Pati. Kami berharap hasil PKD ini dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi desa dan menjadi dasar menentukan langkah yang tepat,” kata Eko. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















