LINIKATA.COM, PATI – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukolilo 2 di Dukuh Ledok dan Misik, Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati kondisinya rusak parah. Tak kunjung adanya perbaikan memaksa ratusan siswa belajar di tengah rasa khawatir atap ruang kelas ambrol.
Pantauan di Dukuh Ledok, gedung sekolah yang sebelum diregrouping bernama SDN Sukolilo 5 itu tampak memprihatinkan. Dari sembilan ruangan, dua di antaranya sudah tak digunakan akibat atap ambruk. Sementara tujuh ruangan lainnya digunakan untuk ruang kelas dan ruang guru.
Namun, keseluruhan bangunan SD tersebut tampak tak layak huni. Bahkan, ada beberapa ruang kelas yang atapnya sudah kritis tapi tetap digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Baca juga: Gedung Belum Siap, Kemensos Tunda KBM di Sekolah Rakyat Pati
Kepala SDN Sukolilo 2, Arif Rifai mengatakan, bangunan sekolah di Dukuh Ledok sudah rusak sejak 2019 lalu. Saat ini, pihaknya menggunakan 7 ruang yang masih bisa digunakan untuk ruang kelas I-VI dan ruang guru.
“Kalau mulai seperti ini itu kira-kira 2019. Waktu itu ada longsor dari tebing belakang yang mengenai tembok sehingga retak, kemudian atapnya itu ambrol. Yang benar-benar tidak bisa dipakai ada dua ruang, jadi masih tersisa ada tujuh ruang yang tersisa untuk kegiatan belajar-mengajar,” bebernya saat ditemui, Jumat (17/7/2026).
Dua Gedung Terpisah Alami Kerusakan Serupa hingga Toilet Rusak
Kondisi di SDN Sukolilo 2 Misik yang berjarak sekitar 1 kilometer tak jauh berbeda. Sejumlah ruangan di sekolah itu juga mengalami kerusakan dan dua di antaranya dinyatakan rusak sedang. Toilet sekolah pun sudah tak bisa digunakan.
“Kalau bangunan di atas (Dukuh Misik) ada 2 kategori rusak sedang dan kamar mandi rusak sedang,” jelasnya.
Baca juga: Akibat Konflik Global, Revitalisasi Sekolah Rusak di Kudus Molor
Ratusan Siswa Selalu Waswas dan Terpaksa Pulang Saat Hujan Deras
Dengan kondisi tersebut, lanjut Arif, pihak sekolah selalu waswas jika bangunan tersebut tiba-tiba ambruk. Namun, pihaknya sudah menyiapkan antisipasi agar aktivitas KBM 291 siswa dapat berjalan dengan aman.
“Kekhawatiran pasti, tapi dari pihak guru sudah melakukan upaya bagaimana untuk mencegah agar anak-anak itu tidak bermain di area-area yang berbahaya,” ungkapnya.
Namun, karena banyak atap yang bocor dan lapuk, pihaknya selalu memulangkan siswa saat ada hujan deras. Kebijakan tersebut terpaksa diambil karena tiadanya tempat mengungsi.
“Kalau hujannya itu deres ya dengan terpaksa kita pulangkan anak-anak daripada nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi selama ini jarang banget pagi hujan deras,” katanya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














