LINIKATA.COM, PATI – Sudah hampir satu bulan warga Desa Gebang, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati terjerat krisis air bersih. Demi mencukupi konsumsi harian, sebagian warga bahkan harus menempuh perjalanan berkilo-kilometer dengan hasil yang tak jarang nihil.
Kondisi prihatin ini direspons cepat oleh Kodim 0718/Pati. Guna meredam krisis, armada water tank milik TNI Angkatan Darat diterjunkan langsung ke pemukiman warga untuk menyalurkan pasokan air bersih.
Kedatangan mobil tangki TNI tersebut disambut antusias oleh puluhan warga. Sambil memegang ember, jeriken, hingga galon bekas, warga berjejer rapi menanti giliran pengisian air.
Salah seorang warga Gebang, Anas, mengungkapkan krisis air bersih telah dirasakan warga dalam sebulan terakhir. Tanpa adanya bantuan pasokan air, warga terpaksa memanfaatkan sumur di area persawahan yang kondisinya kurang layak.
“Sumber air yang tersedia di persawahan memiliki kadar garam tinggi sehingga terasa asin dan tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” beber Anas di lokasi pembagian.
Baca juga: Mulai Kekeringan, Tiga Desa di Pati Ajukan Droping Air Bersih ke BPBD
Rela Rogoh Kocek demi Air Minum
Anas menambahkan, untuk kebutuhan mendesak seperti memasak dan air minum, warga terpaksa mengalokasikan anggaran ekstra harian.
“Sementara untuk kebutuhan minum dan memasak, warga harus membeli air galon atau eceran dengan biaya sekitar Rp20 ribu per hari,” ungkapnya.
Kehadiran armada bantuan air dari Kodim 0718/Pati diakui sangat meringankan beban ekonomi maupun konsumsi harian warga. Ia berharap aksi sosial ini dapat berjalan berkelanjutan hingga intensitas hujan kembali normal.
”Kami sangat terbantu dengan bantuan air bersih dari TNI. Semoga bantuan ini terus berlanjut sampai musim kemarau berakhir,” harapnya.
Baca juga: Atasi Kekeringan! Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi ke Kementan
14 Desa di Pati Kekeringan
Berdasarkan data pemerintah desa setempat, sedikitnya 500 kepala keluarga (KK) di Desa Gebang kini terdampak krisis air.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat sedikitnya 14 desa yang tersebar di 4 kecamatan telah resmi dilanda kekeringan. BPBD juga memetakan terdapat 97 desa lainnya yang berpotensi menyusul mengalami krisis serupa apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang. (LK3)
Editor: Ahmad Muhlisin














