LINIKATA.COM, REMBANG – Ambisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk mewujudkan Smart City pada tahun 2026 terancam menjadi slogan kosong.
Hingga pertengahan tahun 2026 ini, aplikasi Rembang Gemilang Mobile yang digadang-gadang menjadi pusat layanan publik digital terintegrasi masih mangkrak dan macet total, padahal proyek tersebut telah menelan anggaran daerah hingga Rp99 juta.
Menanggapi mandeknya proyek strategis daerah tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Rembang, Budiyono, angkat bicara. Pihaknya berdalih bahwa tim teknis internal saat ini tengah berupaya melakukan perbaikan demi menyelamatkan fungsi aplikasi.
“Nanti kami update perkembangannya mas. Target bisa kami rilis lagi akhir tahun mas. ini tim teknis kami, sedang proses update lagi, nanti perkembangannya kami kabari nggih,” ujar Budiyono saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Selasa (30/6/2026).
Baca juga: Aplikasi Rembang Gemilang Jadi ‘Pajangan’ di Play Store, Warga: Gak Ada Manfaatnya!
Gagal Satukan Sistem Administrasi dan Aduan Warga
Sebelumnya, aplikasi ini diharapkan mampu menyatukan seluruh sistem administrasi dan aduan warga dalam satu genggaman demi mempermudah akses layanan publik di lingkungan Pemkab Rembang.
Namun, realita di lapangan yang jauh dari harapan ini menjadi rapor merah yang memperpanjang daftar digitalisasi setengah matang, sekaligus mempertaruhkan kredibilitas target Smart City Pemkab Rembang yang kini dikejar tenggat waktu. (LK8)
Editor: Ahmad Muhlisin















