LINIKATA.COM, KUDUS – Ada yang berbeda dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR/DPR RI yang digelar oleh Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (30/4/2026) sore. Alih-alih hanya berisi ceramah formal, kegiatan ini dikemas secara edukatif melalui nonton bareng (nobar) film Teman Tegar: Maira Whisper from Papua.
Bertempat di New Star Cineplex Kudus, acara ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari kelompok remaja hingga penyandang disabilitas. Lestari mengungkapkan bahwa penggunaan film merupakan medium yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kepedulian sosial kepada masyarakat.
Relevansi Hutan Papua dengan Muria dan Kendeng
Meskipun film tersebut berlatar belakang alam Papua, sosok yang akrab disapa Mbak Rerie ini menegaskan bahwa esensi menjaga hutan adalah tanggung jawab nasional yang relevan bagi seluruh wilayah Indonesia, termasuk warga di kaki Pegunungan Muria dan Kendeng.
Baca juga: Raup Cuan dari Skincare Organik! Lestari Moerdijat Ajak Warga Demak Manfaatkan Riset BRIN
“Film ini menceritakan perjuangan menjaga kelestarian hutan. Pesan ini sangat relevan untuk warga Kudus. Kita harus ingat bagaimana dampak banjir yang terjadi akibat kondisi lingkungan yang kurang terjaga. Ini adalah pengingat pentingnya pengelolaan alam yang berkelanjutan,” ujar Lestari.
Sinergi dan Pemanfaatan Hutan Secara Bijak
Dalam sosialisasinya, Lestari menekankan bahwa menjaga hutan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, sektor swasta, hingga kelompok sipil. Ia menyoroti beberapa poin utama edukasi terkait pemanfaatan hutan:
Baca juga: Lestari Moerdijat: Regenerasi Kunci Keberlanjutan Seni Ukir Jepara
-
Pemberdayaan Ekonomi: Masyarakat tetap diperbolehkan mengambil manfaat dari sumber daya hutan.
-
Keseimbangan Ekosistem: Cara pemanfaatan tidak boleh merusak lingkungan agar tidak memicu bencana.
-
Adaptasi Pola Tanam: Di daerah rawan banjir, petani didorong memilih tanaman yang lebih adaptif terhadap genangan untuk meminimalkan kerugian.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi potret inklusivitas, di mana keterlibatan kelompok disabilitas menunjukkan bahwa pemahaman mengenai kebangsaan dan lingkungan hidup harus menyentuh seluruh lapisan tanpa terkecuali. Melalui pendekatan sinematik ini, Lestari berharap kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam semakin meningkat, sekaligus memperkuat karakter kebangsaan masyarakat dalam bingkai Empat Pilar. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin















