LINIKATA.COM, PATI – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan aspal berimbas pada rencana perbaikan infrastruktur di Kabupaten Pati. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terpaksa melakukan pengubahan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebelum proyek fisik resmi digulirkan.
Kabid Bina Marga pada DPUPR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah merampungkan penyesuaian anggaran tersebut. Hal ini dilakukan agar pengerjaan jalan tetap berjalan maksimal di tengah fluktuasi harga material dan biaya logistik.
“Ini masih nunggu perubahan RAB. Semoga maksimal dua minggu sudah bisa siap,” terang Hasto.
Baca juga: Ketua DPRD Pati Desak Pemkab Segera Perbaiki Jalan Rusak
Hasto menambahkan, jika proses administrasi tersebut rampung, pengerjaan fisik akan segera dimulai. Langkah cepat ini diambil agar kerusakan jalan yang tersebar di sejumlah wilayah di Pati dapat segera ditangani demi kenyamanan mobilitas warga.
77 Titik Pekerjaan di APBD Murni
Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pati telah memetakan sekitar 77 titik pekerjaan jalan. Ruas jalan yang menjadi sasaran perbaikan tersebar luas, mulai dari jalur perkotaan hingga wilayah perbatasan.
Beberapa ruas prioritas di antaranya adalah Jalan Munadi (akses terminal menuju JLS), jalan Guyangan – Runting, jalan Guyangan – Juwana, jalan Boloagung – Trimulyo, jalan Jaken – Jakenan, jalan Tlogowungu – Bapoh, jalan Prawoto – batas Kudus, hingga jalan Jetak – Guyangan.
Perbaikan Jalan Viral di Kayen
Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah jalan Kawedanan Kota Kayen yang sebelumnya viral karena ditanami pohon pisang oleh warga sebagai bentuk protes. Hasto memastikan ruas tersebut akan diperbaiki menggunakan APBD Murni dengan alokasi anggaran mencapai Rp 1,25 miliar.
“Rencananya untuk panjangnya hingga 330 meter dan lebar enam meter,” ucap dia.
Baca juga: Waduh! Perbaikan 250 KM Jalan Pati Tunggu Perintah Plt Bupati
Namun, akibat imbas kenaikan harga BBM, tim teknis harus melakukan strategi penyesuaian agar volume pengerjaan utama tidak berkurang. Hasto menjelaskan bahwa fokus perbaikan tetap pada panjang jalan, meski harus ada bagian yang dikurangi.
“Untuk anggarannya sama, panjangnya tetap sama, cuma kami kurangi lebar bahu jalannya saja,” tambah dia.
Melalui langkah-langkah strategis ini, DPUPR berharap seluruh paket pekerjaan jalan di Kabupaten Pati tahun 2026 ini berjalan tanpa kendala berarti, sehingga masyarakat dapat menikmati akses jalan yang lebih aman dan nyaman.
Editor: Ahmad Muhlisin















