LINIKATA.COM, KUDUS – Dalam upaya melestarikan budaya sekaligus memperkokoh persatuan, acara Sedekah Bumi bertajuk “Merajut Harmoni dalam Tradisi untuk Memperkokoh Kemanunggalan TNI dan Rakyat” sukses digelar di pelataran Kodim 0722/Kudus, Rabu malam (22/4/2026). Acara ini menjadi sarana edukasi strategis mengenai pentingnya ketahanan pangan dan pertahanan negara melalui kearifan lokal.
Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie, menjelaskan bahwa agenda tersebut merupakan perpaduan antara hiburan seni budaya dan wadah transfer ilmu kepada masyarakat. Melalui pendekatan budaya, TNI berupaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara lebih luwes.
“Ini lebih banyak kepada hiburan seni budaya. Namun sekaligus kita menularkan ilmu dan informasi dengan mengundang narasumber dari sisi sejarah, budaya, kultur, hingga kebangsaan supaya kita selalu menjaga persatuan dan kesatuan,” ujar Letkol Yusufa di sela-sela acara.
Baca juga: Sam’ani Ajak Pemilih Pemula di Kudus Jaga Integritas Demokrasi
Logistik dan Sishankamrata
Lebih lanjut, Dandim menyoroti keterkaitan erat antara tradisi merawat bumi dengan ketahanan pangan dari perspektif pertahanan negara. Indonesia yang menganut Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) menuntut kemampuan masyarakat untuk bertahan hidup (survive) dalam segala kondisi.
“Dalam survive, salah satu komponen yang paling penting adalah bagaimana kita memiliki logistik yang terus-menerus. Sehingga pesannya pada malam hari ini, kita harus mencintai bumi kita, menjaga air, dan udara agar tetap bersih,” tegasnya.
Pesan ini menekankan bahwa mencintai lingkungan bukan sekadar urusan ekologi, melainkan bagian dari strategi pertahanan jangka panjang yang bertumpu pada kedaulatan pangan.
Kearifan Lokal Sebagai Kekuatan
Senada dengan Dandim, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menekankan bahwa ketahanan pangan dan budaya adalah dua elemen fundamental yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Ia menyebut masyarakat memiliki budaya yang adiluhung serta kaya akan kearifan lokal yang harus terus dijaga.
“Ketahanan pangan dan budaya tidak bisa kita pisahkan karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat berbudaya yang adiluhung terhadap kearifan-kearifan lokal yang ada di sini,” ungkap Bupati Sam’ani.
Baca juga: 1.199 Calon Jemaah Haji Kudus Dibagi Lima Kloter, Diterbangkan Awal Mei
Bagi Bupati, perayaan Sedekah Bumi bukan sekadar ritual tahunan yang bersifat seremonial, melainkan memiliki fungsi sosial yang sangat kuat untuk merajut kerukunan antarwarga di Kabupaten Kudus.
“Makanya, Sedekah Bumi ini juga sebagai wujud syukur dan sarana untuk komunikasi, koordinasi, serta interaksi antar masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi harmonis ini, Sedekah Bumi diharapkan mampu terus merawat kerukunan sekaligus mempererat sinergi tanpa batas antara TNI, pemerintah daerah, dan rakyat di Kota Kretek.
Editor: Ahmad Muhlisin















