LINIKATA.COM, PATI – Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bumirejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati kondisinya memprihatinkan. Kondisi hunian murah itu sudah lama dikeluhkan oleh para penghuni, tapi sampai sekarang belum ada upaya perbaikan.
Pantauan di lokasi, bangunan yang dihuni Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) itu lapuk di sana-sini. Plavon di beberapa kamar dan teras juga tampak jebol dengan bekas bocoran yang menghitam. Di beberapa sudut, bau busuk yang menyengat terasa langsung menyergap indra penciuman saat berada di dekatnya.
Masalah terlihat makin runyam karena lantai tampak retak-retak di berbagai titik. Bahkan, lantai parkir yang berbahan paving blok terlihat berlumut sehingga licin dan rawan membuat warga terjatuh.
Baca juga: Perbaiki 90 Sekolah di Pati, Menteri Abdul Mu’ti Habiskan Rp67 M
Salah satu penghuni, Yanti (40) mengaku pasrah dengan kondisi rusunawa. Warga Desa Bumirejo yang sudah tinggal sejak 2017 itu tak bisa berbuat apa-apa karena penghasilan keluarganya tak cukup untuk punya hunian lain.
“Di sini senyaman-nyamannya, wong nggak punya rumah,” katanya saat ditemui, Senin (13/4/2016).
Menurut Yanti, pekerjaan sang suami yang menjadi seorang nelayan membuatnya harus berhemat. Apalagi, pekerjaannya hanya sebagai ibu rumah tangga. Di tempat tersebut, Yanti cukup membayar biaya sewa sebesar Rp270 ribu per bulan untuk rumah di lantai 2.
“Sewanya murah. Tapi ya gitu, bocor,” ungkap Yanti sambil tertawa getir.
Meski punya hunian murah, Yanti tetap berharap pemerintah bisa memperbaiki rusunawa. Dia bersama warga lain sudah cukup bersabar menanti adanya perbaikan di tempat mereka pulang itu.
“Harapannya ini bisa diperbaiki, fasilitas yang diperlukan. Biar enggak bocor. Yang rusak-rusak lah pokoknya,” pungkas dia.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rusunawa Bumirejo, Mutadi menjelaskan, kondisi sarana dan prasaran Rusunawa Bumirejo memang perlu mendapat perhatian. Pasalnya beberapa fasilitas dan bangunan dalam kondisi memprihatinkan.
“Keadaan seperti ini kami ndak begitu muluk-muluk, memang memperihatinkan,” beber dia.
Baca juga: Diterjang Angin Kencang, 4 Kandang Ayam di Gadudero Pati Roboh, Kerugian Ditaksir Rp5 M
Saat ini, rusunawa yang dibangun Pemerintah Pusat dan dikelola Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati itu dihuni 53 kepala keluarga (KK) dari 196 kamar yang tersedia. Mereka berasal dari Juwana, Jaken, Jakenan, Pucakwangi, Batangan dan rata-rata berprofesi sebagai nelayan.
“Rusunawa memuat 196 kamar, sekarang terisi 53 kamar. Tarif InsyaAllah awal didesain MBR murah, dari lantai 1 Rp270.000, lantai 2 Rp270.000, lantai 3 Rp240.000, lantai 4 Rp220.000, dan lantai 5 Rp195.000, termasuk sewa, air, dan listrik,” papar Mutadi.
Ia berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) memfasilitasi adanya perbaikan sarana dan prasaran bangunan rusunawa. Meskipun ini aset pemerintah pusat, tetapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati harus berupaya menjaga aset itu.
“Harapan kami, dari pemerintah daerah bisa memfasilitasi sedikit banyak perbaikan gedung agar mereka bisa tinggal di rusun dengan layak, aman, dan sejahtera,” harap Mutadi. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















