LINIKATA.COM, PATI – Bencana angin kencang melanda kawasan peternakan ayam di Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu (11/4/2026) sore. Meski hanya berlangsung dalam hitungan detik, terjangan angin tersebut meluluhlantakkan sedikitnya lima bangunan peternakan, di mana empat di antaranya roboh rata dengan tanah.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB tersebut menyisakan trauma bagi para pekerja. Feri, salah seorang saksi mata yang berada di lokasi, menceritakan bahwa angin datang secara mendadak dari arah barat daya bersamaan dengan hujan deras.
“Angin awalnya datang pelan dari arah barat daya, tapi tiba-tiba langsung kencang. Kejadiannya sangat singkat, mungkin hanya 5 sampai 10 detik, tapi langsung merobohkan kandang. Kami semua panik dan langsung lari menyelamatkan diri ke area persawahan,” kenang Feri saat ditemui di lokasi, Minggu (12/4/2026).
Baca juga: Harga Pupuk dan Pestisida di Pati Melejit, Petani Kelimpungan!
Kepanikan Saat Proses Panen
Kepanikan sempat memuncak karena salah satu kandang yang roboh sedang dalam proses panen, sehingga banyak orang berada di dalam bangunan saat struktur mulai goyah.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu siang, puing-puing bangunan berbahan kayu dan baja ringan tampak berserakan. Jamaah, salah satu pemilik peternakan yang terdampak, menyebutkan bahwa kerugian yang diderita para peternak sangat besar.
Selain kerusakan fisik bangunan, ratusan ekor ayam dilaporkan mati tertimpa reruntuhan serta terhempas ke sawah. Jamaah merinci estimasi kerugian per bangunan mulai fisik dan peralatan sekitar Rp800 juta hingga Rp1 miliar per kandang.
Sementara untuk kandang yang siap panen, kerugian membengkak hingga Rp2 miliar lebih. Diperkirakan total kerugian mencapai Rp5 miliar.
“Ini kerusakan total pak 100 persen rusak total, roboh total punya saya dan pak Alun juga roboh total belakang juga ada satu roboh total juga. Estimasi kandang berupa fisik beserta alat-alat itu sekitar Rp800 juta sampai Rp1 miliar. Kalau sudah ada ayamnya siap panen kaya gitu ya Rp2 miliar lebih masalahnya masih ada ayamnya siap panen juga,” terangnya.
Dampak Angin Kencang di Desa Gadudero
Dampak amukan si “puting beliung” ini ternyata tidak hanya menyasar sektor peternakan. Di Desa Gadudero, puluhan rumah warga dan sejumlah fasilitas pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap.
Baca juga: Siap-Siap Macet! Pantura Lingkar Juwana Diperbaiki, Ini Skema Pengalihan Arusnya
Selain itu, terjangan angin sempat menumbangkan beberapa pohon besar yang melintang di jalur utama Pati-Kudus. Akibatnya, arus lalu lintas sempat lumpuh selama beberapa jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh relawan gabungan dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati.
Hingga Minggu siang, warga desa bersama petugas masih bergotong royong melakukan pembersihan puing-puing dan memperbaiki atap rumah yang rusak agar dapat kembali dihuni.
Sedangkan di area kandang, sejumlah pekerja masih terus menyelamatkan (panen) ribuan ekor ayam. Terdapat sekira 2.400 ekor yang mulai panen sejak kemarin sore, sesaat sebelum diterjang angin kencang. Ratusan di antaranya mati dan masih terkulai lemas tercecer ke sawah jalanan arah kandang. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin















