LINIKATA.COM, PATI – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) resmi memulai aksi vaksinasi massal secara intensif. Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk menekan penyebaran virus campak yang kini telah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah Kabupaten Pati.
Kegiatan imunisasi massal ini dipusatkan di Kecamatan Margorejo, khususnya Desa Jambean Kidul, dengan menyasar ratusan anak guna memastikan mereka memiliki perlindungan antibodi yang kuat.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Pati, Salis Diah Rahmawati, merinci bahwa sasaran vaksinasi kali ini mencakup berbagai kelompok umur anak.
Baca juga: Pati KLB Campak, Komisi D DPRD Pati: Perlu Penanganan Khusus dari Dinkes
“Hari ini kami melaksanakan ORI campak di Desa Jambean Kidul dengan sasaran 266 anak, mulai dari bayi, balita hingga usia di bawah 7 tahun,” jelasnya di Balai Desa Jambean Kidul, Kamis (9/4/2026).
Pelaksanaan vaksinasi ini disebar di tiga lokasi utama, yakni Balai Desa yang mencakup 164 anak, serta lingkungan sekolah di TK Nusa Indah dan RA setempat. Fokus penanganan saat ini memang dipertajam di wilayah Kecamatan Margorejo mengingat tingginya angka penemuan kasus di sana.
Berdasarkan laporan terkini, dari total 20 kasus campak di Kabupaten Pati, sebanyak 14 kasus ditemukan di Kecamatan Margorejo. Meski demikian, tim medis mengonfirmasi bahwa kondisi para pasien mulai berangsur pulih.
“Alhamdulillah, dari 20 kasus tersebut sebagian besar sudah membaik. Namun vaksinasi tetap dilakukan untuk mencegah penularan lebih luas,” ujarnya.
Salis menambahkan, peningkatan kasus ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat selama masa Ramadan dan Lebaran, serta masih adanya anak yang belum melengkapi imunisasi dasar.
“Melalui percepatan vaksinasi ORI ini, pemerintah berharap rantai penularan dapat segera diputus total,” katanya.
Mesji begitu, masyarakat diminta tetap mengenali ciri khas campak, yakni demam dan nyeri badan yang diikuti munculnya bintik merah dari area belakang telinga.
Upaya proaktif pemerintah ini disambut baik oleh warga, termasuk Elvira yang langsung memboyong anaknya yang berusia 3 tahun ke pos imunisasi.
“Di Jambean ini sudah ada beberapa kasus campak, makanya digalakkan imunisasi ini agar anak memiliki antibodi,” ujar Elvira.
Elvira yang sempat khawatir karena munculnya gejala bintik merah pada buah hatinya memahami bahwa imunisasi ORI sangat penting sebagai langkah preventif tambahan. Menurutnya, vaksinasi adalah cara paling aman untuk membangun kekebalan tubuh terhadap serangan virus.
Baca juga: 3 Kabupaten di Jateng KLB Campak Termasuk Pati, 20 Warga Positif
“Pelayanannya bagus, antreannya tertib, and gratis. Sangat membantu masyarakat,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menunda pemberian vaksin bagi anak-anak mereka demi kesehatan jangka panjang.
“Mari kita imunisasi agar anak-anak Indonesia lebih sehat dan terhindar dari campak,” pungkasnya. (LK1).
Editor: Ahmad Muhlisin















