• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Larang PKL Jualan di Alun-Alun, Plt Bupati Pati: Lalu Lintas Pasti Macet

Redaksi by Redaksi
Maret 31, 2026
in Regional
0
Larang PKL Jualan di Alun-Alun, Plt Bupati Pati: Lalu Lintas Pasti Macet
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati kembali menegaskan larangan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berjualan di kawasan Alun-Alun Pati. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kemacetan yang bakal terjadi di pusat kota berjuluk Bumi Mina Tani tersebut.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menjelaskan bahwa tata ruang dan lebar jalan di sekitar Alun-Alun Pati saat ini sudah tidak ideal untuk menampung aktivitas perdagangan pinggir jalan dalam skala besar. Menurutnya, keberadaan PKL secara langsung berdampak pada penyempitan ruang gerak kendaraan.

“Sekarang kalau kita ngomong alun-alun kita ini tidak terlalu luas. Jadi kalau banyak PKL di situ (alun-alun Pati) arus lalu lintasnya sudah pasti macet,” ucapnya.

Baca juga: Hadiri Sedekah Laut di Juwana, Plt Bupati Pati: Semoga Hasil Melimpah, Harga Bagus

Chandra menambahkan bahwa indikasi kemacetan ini bukanlah sekadar kekhawatiran tanpa bukti. Berdasarkan evaluasi dari periode sebelumnya, aktivitas pedagang di jantung kota tersebut selalu berbanding lurus dengan tersendatnya arus lalu lintas, terutama pada waktu-waktu sibuk.

“Seperti dulu sudah lama terjadi di alun-alun itu banyak pedagang, lalu lintas di malam hari juga macet,” ujarnya.

Pemerintah daerah menetapkan kawasan Alun-Alun Pati sebagai zona merah bagi aktivitas PKL. Meskipun sempat ada pelonggaran selama masa libur lebaran atas dasar kemanusiaan, Chandra menegaskan bahwa ke depannya penertiban akan dilakukan secara tegas demi menjaga ketertiban umum.

“PKL di alun-alun di situ zona merah. Harusnya dikosongkan. Kalau kemarin lebaran saja. Kasihan mereka biar berjualan. Untuk ke depannya zona merah harus ditertibkan,” ucapnya.

Baca juga: Plt Bupati Pati dan Baznas Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Degan Winong

Sebagai solusi jangka panjang bagi para pedagang, Pemkab Pati kini tengah menyusun strategi untuk menghidupkan kembali Alun-Alun Kembangjoyo yang menjadi sentra UMKM, meski saat ini masih sepi pengunjung. Berbagai agenda dan kegiatan rencananya akan diarahkan ke lokasi tersebut guna menarik minat masyarakat dan memulihkan ekonomi para pedagang.

“Baru kita rencanakan. Kita bikin kegiatan-kegiatan di kembang Joyo sana supaya PKL di sana bisa hidup lagi,” pungkasnya. (LK1)

Editor: Ahmad Muhlisin 

Tags: Alun-Alun PatiPKLPlt Bupati PatiRisma Ardhi Chandra
Previous Post

Warga Resah, Stok BBM di SPBU Damaran Kudus Kosong

Next Post

Petani Pati Resah Wacana Pembatasan BBM Imbas Perang Iran Vs As-Israel

Redaksi

Redaksi

Next Post
Petani Pati Resah Wacana Pembatasan BBM Imbas Perang Iran Vs As-Israel

Petani Pati Resah Wacana Pembatasan BBM Imbas Perang Iran Vs As-Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 700 Fans
  • 1000 Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Juni 13, 2026
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Juni 15, 2026
Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Juni 3, 2026
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

5
Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

4
Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

4
Sampai Juli Ada 73 Kebakaran di Pati, Ini 3 Kecamatan Kasus Terbanyak

Sampai Juli Ada 73 Kebakaran di Pati, Ini 3 Kecamatan Kasus Terbanyak

3
Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

September 6, 2026
Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

September 5, 2026
Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

September 5, 2026
Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

September 5, 2026

Recent News

Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

September 6, 2026
Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

September 5, 2026
Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

September 5, 2026
Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

September 5, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com