• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Proyek Bundaran di Pasar Yaik Pati Resahkan Pedagang, Khawatir Kehilangan Penghasilan

Redaksi by Redaksi
Juli 7, 2025
in Regional
0
Proyek Bundaran di Pasar Yaik Pati Resahkan Pedagang, Khawatir Kehilangan Penghasilan

Seorang pengendara sedang melewati Pasar Yaik. Foto: Linikata/LK1

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Para pedagang di Pasar Yaik, Kelurahan Kutoharho, Kecamatan/Kabupaten Pati merasa resah dengan rencana proyek taman dan bundaran oleh Bupati Pati, Sudewo. Mereka khawatir kehilangan penghasilan jika tempat mencari rezeki selama bertahun-tahun itu digusur.

Pembongkaran Pasar Yaik dan pembangunan bundaran ini rencananya dilaksanakan pada 2026. Nantinya, kawasan tersebut akan dibuat seperti Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta dengan Patung Ki Hajar Dewantara.

Salah satu pedagang, Abdul Kholik, menyayangkan rencana pembongkaran tersebut. Ia menyebut para pedagang sebelumnya tidak diberitahu akan rencana itu.

Baca juga: Sudewo Akan Sulap Pasar Yaik jadi Seperti Bundaran HI pada 2026 

“Saya mewakili UMKM yang berjualan di Pasar Yaik, saya menyayangkan terkait mau dibongkarnya Pasar Yaik. Karena tidak ada sosialisasi dari Pemerintah Kabupaten Pati ataupun pemberitahuan dari pengurus pasar,” katanya, Senin (7/7/2025).

Abdul khawatir pembongkaran ini akan menghilangkan mata pencahariannya dan pedagang di Pasar Yaik lainnya. Sebab, jika para pedagang direlokasi, dia khawatir pengunjung tidak ramai seperti sekarang.

“Sangat khawatir (pembeli sepi). Karena di Yaik dikenal ikon kopi pusat Pati. Jadi kalau pindah khawatir tidak bisa seperti ini lagi,” ujar pria yang berjualan kopi itu.

Abdul menyebut ada puluhan pedagang yang menempati Pasar Yaik. Mereka bertahun bertahun-tahun menggantungkan nasib dari tempat tersebut.

“Kalau saya jualan di sini kurang lebih 5 tahun. Tapi untuk teman-teman yang lain ada yang 10 tahun. Kurang lebih ada 70an pedagang di Pasar Yaik,” pungkasnya.

Baca juga: Kebijakan Sudewo Lima Hari Sekolah Dipastikan Mulai Berlaku Pekan Depan

Makanya, dia berharap pemerintah daerah bisa memikirkan dampak pembongkaran Pasar Yaik tersebut, sehingga tidak merugikan para pedagang.

“Apakah nasib pedagang selanjutnya setelah Pasar Yaik dibongkar. Mau direlokasi atau dikasih kompensasi atau mau disuruh alih profesi. Itu harus jelas dari pemerintah Kabupaten Pati. Nasib pedagang harus diperhatikan,” tegasnya.

Menurutnya, relokasi para pedagang di Pasar Yaik tak bisa lakukan asal-asalan, sebab harus diberikan tempat yang layak untuk keberlangsungan mereka berjualan.

“Kalau direlokasi, saya berharap Bapak Bupati Sudewo memberikan tempat yang layak untuk kita selanjutnya berjualan,” sebutnya. (LK1)

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: Bupati PatiPasar YaikSudewo
Previous Post

Festival Lamporan 2025: Gali Potensi Wisata Budaya yang Besar di Soneyan Lewat Dialog

Next Post

137 SD di Pati Diregrouping Jadi 66, Berlaku Tahun Ajaran Baru Ini

Redaksi

Redaksi

Next Post
137 SD di Pati Diregrouping Jadi 66, Berlaku Tahun Ajaran Baru Ini

137 SD di Pati Diregrouping Jadi 66, Berlaku Tahun Ajaran Baru Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 700 Fans
  • 1000 Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Juni 13, 2026
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Juni 15, 2026
Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Juni 3, 2026
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

5
Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

4
Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

4
Sampai Juli Ada 73 Kebakaran di Pati, Ini 3 Kecamatan Kasus Terbanyak

Sampai Juli Ada 73 Kebakaran di Pati, Ini 3 Kecamatan Kasus Terbanyak

3
Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

September 6, 2026
Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

September 5, 2026
Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

September 5, 2026
Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

September 5, 2026

Recent News

Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

September 6, 2026
Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

September 5, 2026
Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

September 5, 2026
Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

September 5, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com