LINIKATA.COM, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menargetkan Sekolah Rakyat di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, resmi beroperasi penuh pada 10 Juli 2026 mendatang. Kepastian operasional ini mencuat setelah jajaran eksekutif meninjau langsung kesiapan infrastruktur di lapangan.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turun langsung memeriksa kelaikan bangunan serta pemenuhan fasilitas penunjang sekolah pada Selasa (30/6/2026). Langkah ini sengaja dilakukan guna memastikan seluruh sarana dan prasarana pendidikan sudah siap 100 persen sebelum bel kegiatan belajar mengajar (KBM) perdana dimulai.
“Hari ini kami meninjau Sekolah Rakyat yang rencananya bisa mulai beroperasi pada bulan Juli, sekitar tanggal 10 Juli. Mudah-mudahan pelaksanaannya berjalan lancar sesuai rencana,” ujar Chandra di sela-sela peninjauan.
Dalam tinjauan tersebut, Chandra didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Pati serta Kepala Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Pati. Pemeriksaan difokuskan secara mendetail pada kesiapan ruang kelas, ketersediaan fasilitas sanitasi, hingga aspek keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
Baca juga: Baznas Pati Salurkan Rp1,6 Miliar untuk Bedah Rumah hingga Modal Kerja
Peserta Didik Eks Sentra Margo Laras Mulai Dipindahkan
Chandra menjelaskan, operasional Sekolah Rakyat Tlogowungu ini nantinya akan menampung anak-anak binaan yang saat ini masih dititipkan di Sentra Margo Laras Pati. Pemindahan klaster peserta didik ini menjadi bagian dari strategi integrasi program agar aktivitas pembelajaran terpusat di satu gedung mandiri.
“Anak-anak yang saat ini masih berada di Sentra Margo Laras nantinya akan segera dipindahkan ke sini. Mereka akan melaksanakan seluruh kegiatan belajar mengajar secara terpusat di Sekolah Rakyat Tlogowungu,” terang Chandra.
Baca juga: Baru April 2026, 78 Anak di Pati Sudah Nikah Dini!
Fasilitas Komplet dan Diklaim Layak Anak
Berdasarkan hasil pemetaan tata ruang dan kelayakan di lokasi, Pemkab Pati mengklaim seluruh fasilitas yang tersedia di gedung baru ini sudah sangat mumpuni. Berbagai sarana pendukung dipersiapkan secara matang agar anak-anak dari latar belakang kurang mampu tersebut bisa beradaptasi dengan cepat sejak hari pertama masuk sekolah.
Pemerintah berharap, kehadiran Sekolah Rakyat yang representatif ini mampu menjadi jawaban atas pemenuhan hak pendidikan anak-anak rentan atau marginal di wilayah Bumi Mina Tani.
“Fasilitasnya komplet dan mantap. Kami berharap anak-anak nantinya bisa belajar dengan nyaman dan tenang, sehingga program Sekolah Rakyat ini benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas Chandra. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














