LINIKATA.COM, PATI – Keterbatasan fasilitas penunjang pendidikan di Kabupaten Pati mendapat sorotan tajam dari kalangan legislatif. Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati tercatat baru memiliki satu unit armada bus sekolah yang operasionalnya masih terbatas untuk antar-jemput siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).
Melihat tingginya kebutuhan transportasi massal yang aman bagi pelajar, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat untuk segera menambah jumlah armada angkutan sekolah dengan memanfaatkan peluang hibah dari daerah lain.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menyarankan agar Dishub Pati bergerak aktif melobi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meminta bantuan pemanfaatan kendaraan dinas yang sudah masuk masa peremajaan.
Baca juga: Banyak Permintaan, tapi Pemkab Pati Baru Bisa Sediakan Satu Bus Sekolah
“Kami meminta supaya Dishub ini membuat surat resmi kepada DKI. Karena di DKI Jakarta itu ada aturan jangka waktu pemakaian, sehingga banyak angkot maupun bus sekolah mereka yang sekarang posisinya menganggur. Kita bisa minta hibah dari sana,” ujar Joni Kurnianto saat memberikan keterangan resmi, Rabu (17/6/2026).
Manfaatkan Lungsuran DKI Demi Keselamatan Pelajar
Menurut Joni, pengadaan angkutan sekolah khusus ini sangat mendesak dan membawa manfaat besar bagi keselamatan para pelajar di Bumi Mina Tani. Langkah ini juga dinilai efektif mengurangi angka kecelakaan remaja di jalan raya, mengingat volume kendaraan umum dan kepadatan arus lintas di jalur utama Pati terus meningkat.
Selain mengincar bus berstatus hibah dari ibu kota, pihak legislatif juga membuka opsi untuk mengombinasikan layanan angkutan ini dengan armada lokal.
“Selain kita minta lungsuran kendaraan dari DKI, nanti operasional di lapangan juga akan diperbantukan menggunakan armada angkot lokal,” tambahnya.
Baca juga: Jalan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Tompegunung Protes ke Plt Bupati Pati
Dishub Pilih Skema Pemberdayaan Angkot Lokal
Merespons dorongan dari legislatif, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati, Andreas Frans Indarta, menyatakan bahwa pihaknya tengah menggodok formulasi teknis yang paling efisien. Alih-alih hanya bertumpu pada pengadaan bus baru, Dishub berencana memaksimalkan potensi angkutan kota (angkot) yang sudah ada di Pati guna memberdayakan para sopir lokal.
“Untuk saat ini kami memang fokus pada pemberdayaan angkutan. Ke depan, kami akan merangkul para sopir angkot untuk melakukan penjemputan di masing-masing sekolah, dan teknisnya nanti akan dikoordinasikan langsung dengan pihak sekolah terkait,” jelas Andreas Frans Indarta.
Andreas mengaku jajaran internal Dishub Pati sudah menggelar rapat koordinasi intensif bersama pimpinan untuk menghitung secara cermat kebutuhan anggaran operasional yang dibutuhkan dalam APBD.
Sesuai dengan cetak biru perencanaan, program penjemputan massal bagi pelajar ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun anggaran 2026 ini, dengan fokus sasaran awal di kawasan zonasi pendidikan perkotaan, mulai dari koridor lingkungan SMP Negeri 1 hingga SMP Negeri 8 Pati. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















