LINIKATA.COM, REMBANG – Rencana revitalisasi Pasar Kota Rembang masih terganjal administratif karena dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) belum terbit di Kabupaten Rembang.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, Mahfudz, menjelaskan bahwa pengurusan dokumen-dokumen tersebut dilakukan secara simultan atau berjalan bersamaan dengan persiapan di lapangan.
“Untuk AMDAL, saat ini sudah masuk persiapan tayang di BBJ. Jadi, kalau AMDALnya sudah ada karena PKKPR (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) juga sudah selesai kita tinggal masuk ke PBG. Setelah dokumen lingkungan tersedia, baru kita masuk ke PBG,” ujar Mahfudz kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: Ekonomi Lesu, Pedagang Minta Pemkab Tak Tergesa Revitalisasi Pasar Rembang
Pemkab Rembang Kejar Target Pengosongan Lahan Bulan Desember
Pihak Pemkab Rembang, kata Mahfudz memastikan seluruh tahapan yang berjalan saat ini sudah dievaluasi secara ketat oleh pemerintah pusat. Dengan sisa waktu yang terus berjalan, seluruh tim teknis dipacu untuk bergerak cepat sesuai dengan jadwal (timeline) yang telah disepakati.
Target utama pada akhir tahun ini adalah pengosongan lahan dan penghapusan aset lama. Seluruh bangunan fisik pasar yang ada saat ini harus sudah dibongkar total sebelum memasuki tahun baru di Kabupaten Rembang.
“Waktu sudah di press kita, waktu kita harus sekian, sekian. Itu timelinenya sudah di tahapannya kita menuju ke Desember itu sudah free. Sudah penghapusan aset. Sudah demolish, pembongkaran. Sudah tidak ada konstruksi yang tersisa,” jelasnya.
Baca juga: Pemkab Rembang Siapkan Rp400 Juta untuk Perbaikan Permanen Jalan Amblas Sedangagung
Konstruksi Fisik Bangunan Pasar Baru Dimulai Awal Tahun
Mahfudz menambahkan, jika seluruh proses pembersihan lahan berjalan tanpa hambatan, pemerintah pusat akan langsung mengambil alih proses pengadaan barang dan jasa (tender). Konstruksi fisik bangunan pasar yang baru pun ditargetkan bisa langsung dikerjakan pada awal tahun depan.
Ia juga mengaku sangat optimis bahwa proyek ini tidak akan mengalami penundaan jadwal (molor). Evaluasi ketat secara mingguan maupun bulanan terus dilakukan untuk mengantisipasi adanya kendala di lapangan di Kabupaten Rembang.
“Kita masih optimis tidak molor, kita masih optimis. Nanti akan kita laksanakan evaluasi kalau mingguan mungkin juga kita perlukan ya kita evaluasi mingguan, kalau misalnya maksimalnya bulanan evaluasi terus,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















