LINIKATA.COM, PATI – Puluhan warga Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, mendatangi Pendapa Pati, Rabu (17/6/2026). Mereka melancarkan aksi protes langsung kepada Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra lantaran jalan rusak di desanya tak kunjung diperbaiki.
Mereka mempertanyakan perbaikan jalan sepanjang sekitar 3 kilometer di Dukuh Belor. Mengingat, jalan penghubung Desa Tompegunung dengan Desa Durensawit, Kecamatan Kayen itu merupakan akses krusial warga setempat.
Koordinator warga Tompegunung, Nardi, menegaskan bahwa pembiaran kerusakan jalan yang berlarut-larut ini telah melumpuhkan berbagai sendi kehidupan masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan anak sekolah, hingga akses darurat kesehatan.
Baca juga: Pemkab Pati Kebut Perbaikan Belasan Jalan Rusak, Target Rampung Agustus
“Jalan ini sangat penting bagi warga. Anak-anak sekolah melewati jalan ini, masyarakat yang hendak ke pasar juga lewat sini, termasuk warga yang membutuhkan akses ke rumah sakit. Namun kondisinya rusak parah dan sudah berlangsung puluhan tahun,” keluh Nardi.
Plt Bupati Pati Janji Cek Lokasi Sabtu Depan
Sebanyak 60 perwakilan warga yang hadir akhirnya diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Dalam pertemuan tatap muka tersebut, warga mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tidak lagi menutup mata dan segera merealisasikan pengaspalan atau pembetonan jalur tersebut.
Pertemuan ini akhirnya membuahkan satu poin kesepakatan, di mana pihak jajaran eksekutif berjanji akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan pada Sabtu (20/6/2026) mendatang guna memetakan tingkat kerusakan.
“Kami berharap setelah peninjauan besok, ada langkah awal percepatan pembangunan. Kasihan anak-anak sekolah dan masyarakat yang setiap hari harus bertaruh nyawa melewati jalan rusak,” imbuh Nardi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pemkab Pati sebenarnya telah menggodok rencana pembangunan jalan penghubung Sukolilo-Kayen tersebut dengan spesifikasi konstruksi cor beton (rigid pavement). Proyek fisik ini diperkirakan bakal menelan dana APBD sekitar Rp3 miliaran yang diproyeksikan masuk dalam skema Anggaran Perubahan Tahun 2026.
Baca juga: Setelah 5 Tahun Diusulkan, Jalan Pati-Kudus di Prawoto Akhirnya Akan Diperbaiki
Plt Bupati dan Kadis PUTR Bungkam
Sayangnya, kepastian realisasi proyek infrastruktur ini masih menyisakan tanda tanya. Saat dikonfirmasi usai audiensi, Plt Bupati Pati enggan memberikan komentar. Dia malah melemparkannya kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati, Riyoso.
Namun, Riyoso juga memilih bungkam dan menghindari kejaran wartawan saat dimintai konfirmasi mengenai teknis pelaksanaan dan kepastian anggaran pemeliharaan tersebut.
Sambil berjalan tergesa-gesa meninggalkan gedung pertemuan menuju mobil dinasnya, pucuk pimpinan dinas teknis itu menolak memberikan penjelasan resmi kepada awak media.
“Tidak usah ya, perutku lagi sakit,” kelit Riyoso sembari menutup pintu kendaraan operasionalnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















