LINIKATA.COM, PATI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati bersiap melakukan proyek pemeliharaan dan penataan estetika di empat titik taman kota sepanjang Juni 2026 ini. Langkah perbaikan berkala ini diambil sebagai respons cepat atas banyaknya aduan masyarakat terkait fasilitas publik yang mulai rusak.
Otoritas daerah mengucurkan total anggaran senilai Rp190 juta untuk meremajakan wajah kota agar kembali bersih, asri, dan nyaman dikunjungi warga Bumi Mina Tani.
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan, Persampahan, dan Pertamanan DLH Kabupaten Pati, Henri Setiawan, menjelaskan bahwa fokus pengerjaan fisik kali ini meliputi pengecatan ulang patung ikonik, perbaikan saluran air, hingga penggantian mesin air mancur.
Baca juga: Pemkab Pati Kebut Perbaikan Belasan Jalan Rusak, Target Rampung Agustus
“Dianggarkan ada empat titik, yakni Taman Stasiun Puri, Patung Kereta Kuda Arjuna, Taman Tugu Bandeng Puri, dan Taman Tugu Nelayan. Pengerjaan meliputi perbaikan pompa air, perbaikan nosel, pengaktifan kembali air terjun, dan pengecatan ulang,” papar Henri Setiawan, Jumat (12/6/2026).
Sasar Pengecatan Patung Kereta Kuda Arjuna
Henri Setiawan tidak menampik bahwa selama ini pihaknya kerap menerima keluhan dari masyarakat mengenai kondisi air taman yang mulai keruh dan berlumut. Selain itu, masalah padamnya fasilitas pompa air membuat kolam di sekitar tugu menjadi pasif dan kotor.
Melalui proyek perawatan ini, DLH akan menguras total saluran air serta melakukan peremajaan warna pada Patung Kereta Kuda Arjuna yang mulai pudar di jantung kota.
Sementara untuk penataan jenis vegetasi hijau, DLH Pati akan melakukan pembaruan struktur tanaman di sekitar area tugu dengan menyelaraskan regulasi serta arahan teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
“Harusnya memang air diganti, makanya ada pengerjaan ini. Itu sekalian pengecatan patung kuda akan dicat ulang. Karena pompa air yang lama sudah mati, nanti akan kami ganti dengan yang baru,” imbuhnya.
Baca juga: Retribusi Parkir Banyak Bocor, Plt Bupati Pati Dorong Sistem Digital
Perbaikan Lampu Taman Jadi Wewenang Dishub
Meskipun anggaran perawatan dari DLH sudah dipatok rapi, Henri menyebut koordinasi lintas sektoral tetap berjalan demi memaksimalkan penataan ruang terbuka hijau ini. Salah satunya mengenai persoalan lampu penerangan taman yang dilaporkan mulai redup saat malam hari.
Sesuai pembagian tugas birokrasi, pembenahan jaringan lampu sirkulasi taman berada di bawah wewenang Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati.
“Anggaran perawatan di empat titik itu Rp190 juta. Kalau untuk lampu masih ranah Dishub, cuma nanti kami lihat koordinasi dengan tim teknisnya, apakah masih cukup anggarannya atau menggunakan skema dinas terkait,” pungkas Henri. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















