LINIKATA.COM, KUDUS – Cuaca dingin dan guyuran hujan yang sesekali melanda belakangan ini menjadikan kuliner berkuah hangat sebagai buruan utama untuk santap siang. Di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terdapat satu rekomendasi kuliner legendaris tersembunyi yang sangat cocok untuk menghangatkan tubuh: Sop Daging Kuno Kuah Bening.
Meski hanya beroperasi di sebuah warung kayu sederhana di dalam perkampungan Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tempat makan ini tidak pernah sepi. Setiap kali jam makan siang tiba, warung ini langsung diserbu warga hingga ratusan porsi ludes terjual dalam sehari.
Baca juga: Ayam Panggang Kaya Rempah Berpadu Pecel Pakis yang Bikin Nagih di Kajar Kudus
Sensasi Kuah Bening Kaya Rempah yang Menggoda
Meski menyediakan beragam pilihan menu, sop daging kuah bening tetap menjadi primadona utama. Satu porsi hidangan ini berisi nasi hangat, potongan daging kerbau yang empuk, irisan sayur kol, dan kecambah, yang kemudian disiram kuah sop panas beraroma harum lalu disempurnakan dengan taburan bawang goreng.
Keunikan sop ini terletak pada kuahnya. Walaupun terlihat bening dan bersih, rasa rempahnya sangat kuat dan menendang di lidah. Karena resep autentik itulah, masyarakat lokal kerap menjulukinya sebagai “sop kuno”.
”Sop daging di sini enak dan segar banget, khas sop kuno. Kuahnya bening, ada irisan kolnya, pokoknya pas sekali dinikmati siang-siang begini,” ujar Santi, salah satu pelanggan setia saat ditemui di lokasi belum lama ini.
Hal senada juga diungkapkan oleh Nisa, pelanggan lainnya. Menurutnya, perpaduan sop hangat yang bisa ditambah sambal sesuka hati menjadi kombinasi sempurna di tengah cuaca yang tak menentu. “Sangat segar dan cocok dengan cuaca sekarang yang sering turun hujan, bisa jadi penghangat tubuh,” kata Nisa.
Menjaga Resep 22 Tahun dan Merawat Tradisi Leluhur
Pemilik warung, Kamila, membeberkan bahwa rahasia kelezatan yang membuat pelanggannya ketagihan terletak pada konsistensi resep keluarga. Warung yang dirintisnya sejak tahun 2004 silam atau sekitar 22 tahun lalu ini tetap mempertahankan bumbu warisan orang tua secara turun-temurun.
”Kebanyakan pelanggan memang ke sini mencari sopnya. Rasanya berbeda dengan sop di tempat lain. Meski kuahnya bening, bumbu rempahnya sangat terasa kuat,” jelas Kamila.
Daya tarik lainnya ada pada pemilihan bahan baku utamanya, yakni daging kerbau. Penggunaan daging kerbau ini bukan tanpa alasan, melainkan sebuah bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur di Kabupaten Kudus.
Kisah ini berakar dari masa syiar Islam oleh Sunan Kudus, yang kala itu mengimbau pengikutnya untuk tidak menyembelih sapi demi menghormati umat Hindu yang mensucikan hewan tersebut. Tradisi luhur itu terus dirawat dengan baik, hingga kini daging kerbau menjadi identitas kuliner yang sangat melekat di Kudus.
Baca juga: Nasi Jagung Kedungjati: Kuliner Sehat di Grobogan yang Harganya Cuma Rp3 Ribu
Kuliner Legendaris yang Ramah di Kantong
Menikmati kuliner sarat sejarah dan rasa yang memanjakan lidah ini ternyata tidak perlu membuat dompet kering. Satu porsi sop daging kerbau kuno yang mengenyangkan ini hanya dibanderol dengan harga Rp10.000 saja.
Harga yang sangat merakyat inilah yang membuat warung kayu di dalam kampung Desa Ploso ini sukses bertahan lintas generasi dan selalu dirindukan pelanggannya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















