• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Fakta Pilu Kasus Pencabulan di Pati: Korban Hamil, Cerai, Lalu Dinikahkan Lagi oleh Asyhari

Redaksi by Redaksi
Mei 6, 2026
in Regional
0
Fakta Pilu Kasus Pencabulan di Pati: Korban Hamil, Cerai, Lalu Dinikahkan Lagi oleh Asyhari
0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Fakta terbaru yang mengejutkan kembali terungkap dalam kasus dugaan pencabulan santriwati oleh Asyhari di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.

​Kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan ayah dan korban pelapor, terdapat satu santriwati yang diduga dicabuli Asyhari hingga hamil. Ironisnya, korban tersebut diduga dinikahkan berkali-kali untuk menutupi aksi bejat tersangka.

​”Menurut keterangan dari bapak korban atau yang korban, sebetulnya ini ada yang hamil. Yang hamil itu adalah santriwati yang dewasa,” ungkap Ali Yusron saat ditemui di salah satu warung, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Tersangka Pencabulan Santriwati di Pati Kabur, Keluarga-Pengacara Ngaku Tak Tahu

​Dinikahkan Dua Kali dengan Santri Dewasa

​Mengetahui santriwati tersebut hamil, Ali Yusron menyebut bahwa Asyhari diduga menikahkan korban dengan santri atau jamaah yang usianya jauh lebih tua. Namun, pernikahan tersebut hanya bertahan satu tahun karena sang suami menolak mengakui anak yang lahir dari korban.

​”Dugaan yang disampaikan oleh bapak korban (pelapor), korban ini dikawinkan dengan jamaah (santri) yang lebih tua. Sudah dikawinkan satu tahun, lahirlah seorang anak. Lahir seorang anak, nggak diakui, digugat cerai, dikawinkan lagi ke jamaah (santri) yang lebih tua,” beber Yusron.

​Dugaan Intervensi Laporan dan Status Guru
​Di sisi lain, Yusron tetap kukuh bahwa awalnya ada delapan korban yang melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Namun, ia menduga terjadi intervensi yang membuat tujuh santriwati lainnya menarik laporan mereka. Sebagai imbalannya, para santriwati tersebut diberikan posisi tertentu di lingkungan pesantren.

​”Yang paling mirisnya lagi ini, dalam pokok perkara ini, dalam aduan yang diterima oleh Polresta (Pati), mohon maaf ini kalau saya salah, itu sebenarnya ada delapan. Ada delapan, yang tujuh itu ditarik oleh yayasan. (Santriwati) ini diberi kedudukan guru di pondok pesantren tersebut,” sebutnya.

​Yusron mengapresiasi satu korban dan orang tuanya yang tetap teguh untuk membongkar kasus ini secara terang-benderang.

“Yang satu ini, yang saya kawal ini, beliaunya bersikukuh untuk membongkar. Saya juga mengapresiasi sekali kepada orang tua untuk membongkar ini (secara) terang-benderang agar kasus ini tidak ada korban yang lain,” pungkasnya.

Baca juga: Jika Mangkir Lagi, Tersangka Pencabulan Santriwati di Pati Akan Dijemput Paksa

Tanggapan Polresta Pati

​Saat dikonfirmasi secara terpisah, Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait korban yang hamil dan dinikahkan oleh tersangka. Pihaknya mempersilakan jika ada korban tambahan yang ingin melapor.

​”Kalau memang iya silakan disampaikan, saya yakin korban mengalami tersebut dirinya sendiri tidak terima dan menyampaikan kepada kami,” jawab Kompol Dika singkat.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: PencabulanSantriwati
Previous Post

Tersangka Pencabulan Santriwati di Pati Kabur, Keluarga-Pengacara Ngaku Tak Tahu

Next Post

Miris! Keluarga di Jepangpakis Kudus Huni Emperan Sempit Selama 6 Tahun

Redaksi

Redaksi

Next Post
Miris! Keluarga di Jepangpakis Kudus Huni Emperan Sempit Selama 6 Tahun

Miris! Keluarga di Jepangpakis Kudus Huni Emperan Sempit Selama 6 Tahun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 700 Fans
  • 1000 Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Juni 13, 2026
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Juni 15, 2026
Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Juni 3, 2026
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
Kejari Kudus Evaluasi Tiga Proyek Infrastruktur Dishub TA 2026

Kejari Kudus Evaluasi Tiga Proyek Infrastruktur Dishub TA 2026

2
Mau Demo ke Jakarta, AMPB Minta Sumbangan Rp12 Juta ke 21 Camat

Mau Demo ke Jakarta, AMPB Minta Sumbangan Rp12 Juta ke 21 Camat

2
​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

2
Kalahkan Yordania, Indonesia Tantang Tailan di Final Srikandi Merdeka Cup 2026

Kalahkan Yordania, Indonesia Tantang Tailan di Final Srikandi Merdeka Cup 2026

2
Puluhan Warga Jepara Gabung AMPB Demo di Jakarta Meski Susah Cari Bus

Puluhan Warga Jepara Gabung AMPB Demo di Jakarta Meski Susah Cari Bus

Agustus 26, 2026
Semarak Hari Jadi Kudus, Sebulan Penuh Hotel-Restoran Pasang Great Sale

Semarak Hari Jadi Kudus, Sebulan Penuh Hotel-Restoran Pasang Great Sale

Agustus 26, 2026
Ratusan Massa AMPB Berangkat Demo ke Jakarta, Bus Sempat Dihalang-halangi

Ratusan Massa AMPB Berangkat Demo ke Jakarta, Bus Sempat Dihalang-halangi

Agustus 26, 2026
Didemo Warga, Galian C Ilegal di Sungai Lahar Pati Akhirnya Ditutup

Didemo Warga, Galian C Ilegal di Sungai Lahar Pati Akhirnya Ditutup

Agustus 26, 2026

Recent News

Puluhan Warga Jepara Gabung AMPB Demo di Jakarta Meski Susah Cari Bus

Puluhan Warga Jepara Gabung AMPB Demo di Jakarta Meski Susah Cari Bus

Agustus 26, 2026
Semarak Hari Jadi Kudus, Sebulan Penuh Hotel-Restoran Pasang Great Sale

Semarak Hari Jadi Kudus, Sebulan Penuh Hotel-Restoran Pasang Great Sale

Agustus 26, 2026
Ratusan Massa AMPB Berangkat Demo ke Jakarta, Bus Sempat Dihalang-halangi

Ratusan Massa AMPB Berangkat Demo ke Jakarta, Bus Sempat Dihalang-halangi

Agustus 26, 2026
Didemo Warga, Galian C Ilegal di Sungai Lahar Pati Akhirnya Ditutup

Didemo Warga, Galian C Ilegal di Sungai Lahar Pati Akhirnya Ditutup

Agustus 26, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com