LINIKATA.COM, PATI – Menunggu waktu berbuka puasa tak melulu harus berburu takjil di pinggir jalan. Di Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, warga punya cara seru untuk menghabiskan waktu sore dengan sensasi memetik buah melon langsung dari pohonnya.
Selama Ramadan, wisata petik melon yang dikelola kelompok tani Desa Pekalongan ini memang jadi magnet puluhan warga untuk berburu melon premium berjenis Sweet Lavender dan The Blues. Setali tiga uang, mereka juga membuat konten untuk ditunggah ke media sosialnya.
Kepala Desa Pekalongan, Ukhwatur Roi, menjelaskan, momen Ramadan ini memang bertepatan dengan masa panen melon yang dibudidayakan secara modern tersebut. Setiap harinya, ada banyak masyarakat yang mampir untuk petik melon atau sambil berbuka di Kencana Resto & Garden yang berada di samping kebun.
Baca juga: Ngabuburit Produktif Siswa SMAN 1 Jakenan, Riset Melon demi Olimpiade
“Banyak yang ngabuburit di sini. Ini kan dekat resto jadi ke sini lihat-lihat dan sambil beli melon,” bebernya, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, setiap masa panen dalam 70 hari sekali, pihaknya memang selalu kebanjiran pengunjung. Dengan 600 pohon yang dikembangkan, pihaknya bisa menjual ratusan buah melon dengan kualitas premium.
“Kalau greenhouse ini, untuk penjualan tidak susah lah, karena kapasitas greenhouse ini kan sekitar 600 pohon,” ungkap Roi.
Untuk melon kualitas premium, menurut dia, harganya pun cukup terjangkau yakni Rp30 ribu per kilogram. Untuk rasanya juga manis segar dengan sensasi renyah.
“Harganya per kilogram Rp30 ribu untuk semua jenis. Kelebihannya terkait rasa, ya pastinya dicoba dulu. Kalau yang sudah mencoba itu biasanya sering datang lagi,” ujarnya.
Baca juga: Sensasi Buka Puasa di Hutan dengan Menu Kepungan Ala Pijar Park Kudus
Salah satu pengunjung, Riska Oktaviani, mengaku sering ngabuburit di tempat tersebut karena sedang melakukan riset pupuk organik. Bersama timnya dari SMAN 1 Jakenan, dia sedang mempersiapkan diri mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang akan berlangsung tahun ini.
“Kami ngabuburit di sini sekaligus melakukan riset pupuk organik. Hampir tiap hari ke sini,” katanya. (LK1)
Editor: Ahmad MuhlisinÂ














