LINIKATA.COM, PATI – Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto langsung menemui seribuan massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) usai divonis pidana enam bulan tanpa menjalani penjara, Kamis (5/3/2026). Kemunculan mereka langsung disambut suka cita para simpatisan yang sudah mengawal jalannya sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Pati sejak pagi.
Massa AMPB menyambut mereka bak pahlawan dan tak henti-hentinya meneriakkan berbagai yel-yel seperti “Pati Ora Sepele”, “Hidup Botok”, “Hidup Teguh” dan lain-lain. Massa kemudian merangsek menuju pintu gerbang PN Pati untuk berebut memberikan selamat kepada keduanya.
Sedangkan sebagian lain saling berpelukan haru menandakan perjuangan mereka selama berbulan-bulan akhirnya berakhir bahagia.
Baca juga: Botok-Teguh Divonis Bersalah dan Dipidana 6 Bulan, tapi Tak Perlu Dijalani
Bahkan, karena ruang yang terbatas, Botok dan Teguh kemudian memanjat pagar besi PN Pati untuk menyapa lautan massa. Setelahnya, mereka turun dan melakukan orasi di balik pagar.
Dalam orasinya, Botok menyampaikan terima kasih kepada seluruh simpatisan yang telah mengawal kasusnya sampai berbulan-bulan. Dia bersyukur perjuangan tersebut berakhir bahagia karena dia dan Teguh divonis pidana enam bulan pengawasan.
“Alhamdulillah, kami hari ini dibebaskan. Kami dipidana enam bulan pengawasan,” tegasnya.
Botok lantas meminta simpatisan AMPB menghormati proses hukum. Dia juga meminta mereka mengawal aksi dengan tertib jangan terprovokasi, dan jangan anarkis.
“Kita di sini bersama-sama menyuarakan suara rakyat. Melawan kebijakan-kebijakan penguasaan yang tak berpihak pada rakyat,” tegasnya.
Di sampingnya, Teguh Istiyanto menyatakan, pihaknya menghormati keputusan pengadilan, meskipun ia menilai putusan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan keadilan.
Baca juga: Inayah Wahid Tegaskan Kebebasan Botok Cs jadi Pertaruhan Demokrasi
“Ya, kita hormati apa pun keputusan dari majelis hakim, meskipun bagi kita itu memang kurang adil,” kata Teguh usai sidang.
Lebih lanjut, Teguh memastikan dirinya tetap akan menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat.
“Ya tetap, kita tetap berjuang mengkritik apa pun kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Pati harus tetap kritis dan bahkan lebih kritis lagi demi warga,” tegasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














