LINIKATA.COM, PATI – Potensi kemacetan membayangi para pemudik yang akan melintasi jalur Pantura Pati-Rembang tahun ini. Pasalnya, hingga awal Maret 2026, sejumlah titik di ruas jalan nasional tersebut masih menjadi langganan banjir.
Setidaknya terdapat dua titik yang paling rawan tergenang banjir, yakni ruas jalan Pati-Juwana di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati, dan jalur Juwana-Batangan yang melintasi Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan.
Bahkan, pada Senin (2/3/2026) malam, jalur Pantura di Desa Ketitangwetan kembali terendam banjir. Peristiwa ini menambah catatan kelam sepanjang musim penghujan dari Januari hingga awal Maret, dengan total sembilan kali kejadian banjir di lokasi yang sama.
Baca juga: Pantura Pati-Rembang di Batangan Tergenang Banjir, Lalu Lintas Merayap
Setiap banjir dua titik jalan tersebut tergenang sepanjang 1 kilometer lebih dengan ketinggian air mencapai 50 centimeter. Kondisi ini tentunya memperlambat laju kendaraan sehingga terjadi kepadatan lalu lintas.
Masalah lain yang kerap muncul saat banjir adalah jalan rusak yang tentu saja mengancam keselamatan pengendara.
Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Muntoha, mengungkapkan rasa cemasnya terhadap potensi banjir susulan yang mungkin terjadi tepat saat puncak arus mudik berlangsung.
“Selasa (3/3/2026) ini masih hujan deras. Khawatirnya saat mudik nanti akan kembali banjir lagi di pantura. Padahal pastinya saat itu arus lalu lintas pasti ramai,” ujar Ali lewat sambungan telepon, Selasa (3/3/2026).
Ali berharap pemerintah pusat maupun daerah segera menemukan solusi permanen untuk mengatasi permasalahan menahun ini. Mengingat, banjir tersebut tidak hanya melumpuhkan jalur logistik nasional, tetapi juga mengancam permukiman warga akibat tanggul yang kerap jebol.
“Semoga ada solusi tuntas. Tanggul juga beberapa kali jebol meski sekarang sudah diperbaiki,” tambah dia.
Merespons potensi gangguan ini, Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengaku telah menyiapkan skema mitigasi untuk meminimalkan kemacetan. Pihaknya sudah melakukan pemetaan jalur alternatif bagi para pengguna jalan jika sewaktu-waktu jalur utama tidak dapat dilalui.
Baca juga: 3.522 PPPK Paruh Waktu di Pati Tak Dapat THR
“Untuk kendaraan pribadi ada jalur alternatif melalui Jaken-Jakenan,” tambah dia.
Pihak kepolisian tetap berharap agar proses perbaikan dan langkah antisipasi yang dilakukan dapat menjamin kelancaran arus mudik tahun ini tanpa kendala berarti, sehingga masyarakat dapat mencapai kampung halaman dengan rasa nyaman dan aman. (LK2)
Editor: Ahmad Muhlisin















