LINIKATA.COM, KUDUS – Sebagai upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Kudus, Disnakerperinkop UKM Kudus menggelar Job Fair 2025, di Gedung Graha Mustika, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati pada 10-11 Oktober 2025. Bursa tenaga kerja ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton.
Kepala Disnakerperinkop UKM Kudus, Catur Widiyatno mengatakan, Job Fair tahun ini, menggandeng 20 perusahaan yang ada di Kudus, dengan menyediakan 1.401 lowongan pekerjaan.
“Dari jumlah itu, 10 formasi untuk penyandang disabilitas, dan 20 formasi terbuka bagi penyandang disabilitas,” ungkap Catur.
Baca juga: Kemendikdasmen Renovasi 23 Sekolah di Kudus
Catur mengatakan, Job Fair ini dilaksankan untuk memfasilitasi dunia industri dan pencari kerja untuk mengurangi pengangguran. Mengingat, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tren pengangguran di Kabupaten Kudus saat sekarang mengalami kenaikan.
“Berdasarkan data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2024, angka pengangguran di Kudus saat ini mencapai 3,19 persen atau sebanyak 16.508. Tetapi jika dibanding tahun 2023, mengalami penurukan 0,06 persen dari prosentase 3,25 persen,” ungkapnya.
Menurutnya, animo pencari kerja pada gelaran Job Fair 2025 cukup tinggi. Sampai pukul 09.00 WIB tercatat ada sebanyak 4.000-an pencari kerja yang melakukan pendaftaran melalui Jobcity.id.
“Pada Job Fair tahun ini kami juga menggandeng jobcity.id untuk pendaftaran secara online, dan yang mendaftar ada sebanyak 4.000-an pencari kerja,” tandasnya.
Sementara Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton menegaskan, persoalan ketenagakerjaan menjadi tantangan bersama, dan harus dihadapi secara kolaboratif. Sebab bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan peran aktif dunia usaha, lembaga pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Salah satu upaya strategis untuk menekan angka pengangguran di Kudus, kita dorong melalui penyelenggaraan Job Fair. Job Fair ini juga sebagai wujud nyata Pemkab Kudus menjembatani pencari kerja dengan dunia usaha,” kata Bellinda.
Bellinda mengatakan, Job Fair tahun ini menyertakan formasi khusus bagi penyandang disabilitas. Ini merupakan upanya untuk mewujudkan setiap warga memiliki kesempatan yang sama, untuk tumbuh berkembang dan berkontribusi di dunia kerja.
Baca juga: Tutup Pelatihan Guru, Lestari Moerdijat: Mari Majukan Pendidikan di Kudus
Sedang dalam pelaksanaannya, dirancang lebih modern, transparan dan inklusif, dengan proses rekrutmen secara digital atau online.
“Katanya, biasanya Job Fair cuman formalitas, dan InsyaAllah kalau Job Fair yang dibikin oleh Pemkab Kudus nggak formalitas. Kami memang ingin masyarakat semua punya mata pencaharian,” tutup Bellinda. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin














