• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Kisah Pramono Kais Air Laut dengan Ember Demi Tetap Produksi Garam

Redaksi by Redaksi
September 21, 2026
in Regional
0
Kisah Pramono Kais Air Laut dengan Ember Demi Tetap Produksi Garam
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Sejak pagi buta, tangan renta Pramono harus bekerja dua kali lipat lebih berat. Di tengah kemarau ekstrem yang melanda Kabupaten Pati, petambak asal Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, ini terpaksa membawa ember kecil untuk menimba air laut secara manual dari saluran irigasi dekat lahannya.

Bagi Pramono, kemarau panjang tahun ini terasa paling parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pasokan air laut tidak lagi bisa mengalir naik ke petak tambak akibat air pasang yang terlalu kecil.

“Sulit sekali ya (dapat air laut). Dibanding kemarau yang lalu, ini paling parah,” beber Pramono, Senin (21/9/2026).

Baca juga: Dibalik Program Swasembada Garam, Petani Demak Keluhkan Harga Jual Anjlok

Kondisi ini praktis membuat proses kristalisasi garam lumpuh di sebagian besar wilayah. Padahal, asa keluarga bergantung dari hasil petak tambak tersebut.

“Tidak bisa produksi. Garam itu kan produksi air dari laut. Ini air laut gak bisa naik,” keluhnya.

Ia pun mengenang dinamika tahun lalu yang berbeda karakter; saat itu harga garam bagus namun terkendala hujan berlebih. Ironisnya, tahun ini harga di tingkat petambak terpantau stabil di kisaran Rp780–Rp800 per kilogram, tetapi asa itu terbentur ketiadaan air.

“Tahun lalu harganya bagus, tapi hujannya banyak. Kalau ini harganya stabil, tapi airnya nggak ada,” pungkas Pramono dengan nada pasrah sambil terus mengais sisa air laut ke petak tambaknya.

Baca juga: Panen Melimpah Tapi Harga Garam di Pati Anjlok, Petambak Cemas Terulang Rp375 Sekilo

Dua Pekan Sulit Produksi

Fenomena morat-maritnya sektor petambakan ini dibenarkan oleh Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Muntaha. Menurutnya, minimnya pasokan air laut akibat pasang yang sangat kecil membuat sebagian besar warga pesisir tak berdaya.

“Pada musim kemarau tahun ini petani tambak sangat mengeluh sekali karena air pasang lautnya sangat kecil dan berdampak pada petani garam sehingga airnya tidak sampai lokasi tambak. Produksinya hampir dua minggu ini berhenti karena kondisi air yang sangat minim,” ungkap Ali.

Padahal, nilai jual komoditas garam di tingkat produsen sedang berada pada tren yang cukup menjanjikan. Namun, potensi cuan tersebut terhambat total oleh faktor alam.

“Tahun ini harga garam berkisar Rp780 sampai Rp800. Sementara harga bagus. Tapi tahun ini hasil garam kurang seperti tahun-tahun kemarin. Mungkin karena enggak ada curah hujan, terus hasil garamnya itu enggak bisa maksimal,” pungkas Ali. (LK1)

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: garamHarga Garam
Previous Post

Kemendikdasmen Replikasi Praktik Berpikir Komputasional PAUD-SD di Kudus

Next Post

Draf R-KUA-PPAS Tanpa Fiat Sekda, Bupati Rembang: Tanya DPRD

Redaksi

Redaksi

Next Post
BKD Serahkan LHP Kasus ASN Mesum, Keputusan di Tangan Bupati Rembang

Draf R-KUA-PPAS Tanpa Fiat Sekda, Bupati Rembang: Tanya DPRD

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 700 Fans
  • 1000 Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Juni 13, 2026
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Juni 15, 2026
Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Juni 3, 2026
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

6
Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

5
777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Tumbang Diduga Keracunan MBG

777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Tumbang Diduga Keracunan MBG

5
Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

4
KPK Tuntut Sudewo 8,5 Tahun Penjara di Kasus DJKA dan Caperdes

KPK Tuntut Sudewo 8,5 Tahun Penjara di Kasus DJKA dan Caperdes

September 21, 2026
BKD Serahkan LHP Kasus ASN Mesum, Keputusan di Tangan Bupati Rembang

Draf R-KUA-PPAS Tanpa Fiat Sekda, Bupati Rembang: Tanya DPRD

September 21, 2026
Kisah Pramono Kais Air Laut dengan Ember Demi Tetap Produksi Garam

Kisah Pramono Kais Air Laut dengan Ember Demi Tetap Produksi Garam

September 21, 2026
Kemendikdasmen Replikasi Praktik Berpikir Komputasional PAUD-SD di Kudus

Kemendikdasmen Replikasi Praktik Berpikir Komputasional PAUD-SD di Kudus

September 20, 2026

Recent News

KPK Tuntut Sudewo 8,5 Tahun Penjara di Kasus DJKA dan Caperdes

KPK Tuntut Sudewo 8,5 Tahun Penjara di Kasus DJKA dan Caperdes

September 21, 2026
BKD Serahkan LHP Kasus ASN Mesum, Keputusan di Tangan Bupati Rembang

Draf R-KUA-PPAS Tanpa Fiat Sekda, Bupati Rembang: Tanya DPRD

September 21, 2026
Kisah Pramono Kais Air Laut dengan Ember Demi Tetap Produksi Garam

Kisah Pramono Kais Air Laut dengan Ember Demi Tetap Produksi Garam

September 21, 2026
Kemendikdasmen Replikasi Praktik Berpikir Komputasional PAUD-SD di Kudus

Kemendikdasmen Replikasi Praktik Berpikir Komputasional PAUD-SD di Kudus

September 20, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com