LINIKATA.COM, PATI – Bencana kekeringan yang melanda kawasan Kabupaten Pati kian meluas dan memperhatinkan. Menurut data Relawan Kemanusiaan Pati, sebanyak 49 desa yang tersebar di 10 kecamatan kini dilaporkan mengalami krisis air bersih.
Kondisi tersebut memicu pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati secara resmi menaikkan status kebencanaan menjadi tanggap darurat bencana.
Adapun puluhan desa terdampak kekeringan tersebut tersebar di Kecamatan Jaken, Jakenan, Gabus, Winong, Pucakwangi, Kayen, Tambakromo, Sukolilo, Batangan, hingga Dukuhseti.
Menjawab desakan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengonfirmasi bahwa penetapan status tanggap darurat bencana kekeringan bakal direalisasikan pada pekan ini.
“Habis ini statusnya kita naikkan. (Rencana kenaikan status bencana) Minggu ini,” katanya, Rabu (16/9/2026).
Kenaikan status dari siaga menjadi tanggap darurat dinilai sangat krusial karena menjadi syarat utama pencairan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk menyalurkan bantuan air bersih secara masif.
“Kekeringan ini dari BPBD sudah bikin surat untuk bisa ditangani oleh dana BTT. Karena kalau sudah ditangani dana BTT, BPBD bisa droping untuk setiap harinya bisa 47 sampai 48 tangki,” jelasnya.
Baca juga: Tangani Kekeringan, Pemkab Pati Siapkan Rp1,5 M untuk Pasok Air Bersih
Penyesuaian Anggaran BTT
Meski kepastian kenaikan status sudah dijanjikan pekan ini, Chandra belum merinci besaran pasti nominal anggaran BTT yang bakal dialokasikan Pemkab Pati untuk mengatasi krisis air tersebut.
Pihaknya berpatokan bahwa penggunaan dana darurat tersebut akan terus disesuaikan dengan perkembangan durasi musim kemarau di lapangan.
“Kita sesuaikan. Panjangnya kekeringan belum tahu. Sampai November atau Desember. Kita sesuaikan dengan bulan masa kekeringan,” terangnya.
Baca juga: 25 Desa di Pati Dilanda Kekeringan, 10.232 Warga Butuh Bantuan Air Bersih
Solusi Jangka Panjang
Di samping menunggu kepastian penetapan status tanggap darurat untuk distribusi air tangki, Pemkab Pati juga menyiapkan langkah strategis penanganan jangka panjang melalui program sumur bor.
Pihak pemkab telah menginstruksikan PDAM dan dinas teknis terkait untuk memetakan lokasi-lokasi potensial di wilayah terdampak yang memungkinkan untuk dibangun sumur dalam.
“Kami akan memonitoring tempat-tempat yang kami bisa bor sumurnya. Kami sudah instruksikan ke direktur PDAM untuk membantu kami mengecek desa mana yang masih memungkinkan dibikin sumur bor,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















Comments 1