LINIKATA.COM, PATI – Petani di sepanjang aliran Sungai Silugonggo kini bisa bernafas lega. Pasalnya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana akan menggelontorkan air dari Waduk Kedung Ombo mulai 15 September 2026.
Staff Teknis BBWS Pemali Juana, Agus Yanto, menjelaskan bahwa aliran air dari Waduk Kedung Ombo tersebut akan dilepas melalui Bendung Klambu untuk mengairi jaringan irigasi teknis di sejumlah kabupaten.
“Untuk alokasi air Kedung Ombo itu kan tanggal 15 September sudah mulai MT I [Musim Tanam I] untuk wilayah irigasi di Klambu, itu ada beberapa kecamatan mulai dari Grobogan, Demak, Kudus, Pati salah satunya. Sampai ke Jepara,” jelas Agus saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (3/9/2026).
Baca juga: Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen
Durasi Pengairan Sesuai Kapasitas Waduk
Dalam proses pembukaannya nanti, pihak BBWS Pemali Juana memperkirakan kebutuhan debit air yang akan dilepas mencapai sekitar 3 kubik per detik. Kendati demikian, durasi pembukaan saluran irigasi ini belum dirinci secara pasti karena sangat bergantung pada ketersediaan volume air di Waduk Kedung Ombo.
Evaluasi berkala akan terus dilakukan selama masa penggelontoran air berlangsung guna menjaga keseimbangan neraca air waduk di tengah minimnya pasokan akibat kemarau.
“Untuk sampai waktunya kapan, itu memperhitungkan kondisinya Kedung Ombo sendiri. Kalau tidak ada suplai air hujan, kalau kita keluarkan terus otomatis debitnya Kedung Ombo berkurang,” terang Agus.
Baca juga: Kemarau Panjang, Ribuan Hektare Sawah di Pati Terancam Gagal Panen
Meski demikian, pihak berwenang optimistis bahwa volume air yang dirilis nantinya akan mencukupi kebutuhan para petani untuk mengawali Musim Tanam I (MT I), mengingat sistem ini ditopang oleh jaringan irigasi teknis yang terpadu.
“Kita kalau biasanya yang sudah-sudah untuk MT I rilisnya itu kan cukup. Karena itu kan termasuk di jaringan teknis irigasi,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














