LINIKATA.COM, PATI – Dampak kemarau panjang yang menyebabkan Sungai Juana atau Sungai Silugonggo mengering dalam beberapa pekan terakhir mulai dirasakan oleh masyarakat luas. Tidak hanya mengancam sektor pertanian, kondisi ini turut membuat pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening Kabupaten Pati tersendat.
Direktur PDAM Pati, Prihanto, tak menampik bahwa asatnya aliran sungai berimbas langsung pada kelancaran distribusi air bersih kepada para pelanggan. Kendati demikian, pihaknya memastikan pelayanan tetap diupayakan mengalir melalui penerapan sistem giliran.
“Setiap tahun ada musim kemarau. Pelanggan sudah menyadari. Sudah tahu kalau musim kemarau kering. Maka pasokan air ke mereka sedikit tersendat,” ujar Prihanto.
Baca juga: Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih
Meski distribusi mengalami kendala, ia memastikan pasokan air bagi masyarakat masih tetap berjalan meski volume dan durasinya terpangkas sekitar 30 persen dari kondisi normal.
Saat ini, PDAM Pati melayani lebih dari 41 ribu pelanggan dengan total kebutuhan air berkisar antara 410 hingga 420 meter kubik.
“Masih berjalan walaupun tidak sesuai dengan yang kemarin. Dulu bisa 24 jam, 18 jam. Tapi yang penting masih memberi pelayanan secara maksimal,” terangnya.
Siapkan Sumur Dalam Sebagai Solusi Jangka Panjang
Sebagai langkah antisipasi agar tidak terus-menerus bergantung pada fluktuasi debit air Sungai Silugonggo, PDAM Pati tengah merancang strategi jangka panjang. Salah satu opsi utama yang disiapkan adalah dengan melakukan pengeboran sumur dalam di sejumlah titik.
Baca juga: Kemarau Panjang, Ribuan Hektare Sawah di Pati Terancam Gagal Panen
Langkah ini dinilai krusial agar krisis serupa tidak terulang kembali dan pasokan air bersih bagi pelanggan tetap aman meskipun musim kemarau melanda dan sungai mengalami kekeringan total.
“Dampak terasa kalau pasokan air kita dari sungai. Kalau sungainya kering mesti tidak terlayani semua. Sehingga kita mencari alternatif yang lain. Pada saat sungai kering kita masih bisa pasokan air ke pelanggan,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














