LINIKATA.COM, PATI – Dampak musim kemarau panjang 2026 membuat volume air di Waduk Gembong, Kabupaten Pati, menyusut secara drastis. Kondisi ini bahkan disebut sebagai yang terparah dalam kurun waktu enam tahun terakhir.
Berdasarkan pantauan di lapangan, penurunan volume air di waduk yang berada di Desa Gembong dan Desa Pohgading, Kecamatan Gembong, ini sudah melampaui 70 persen. Dari kapasitas normal yang mampu menampung hingga 9.500.000 meter kubik air, kini cadangannya dilaporkan tinggal menyisakan sekitar 2.400.000 meter kubik saja.
Operator Waduk Gembong, Susanto, mengungkapkan bahwa tingkat keparahan kekeringan pada musim kemarau tahun ini jauh melampaui kondisi tahun sebelumnya.
”Mas, kondisi ini dibanding tahun sebelumnya mungkin lebih parah tahun ini, Mas. Kalau kemarin kemungkinan keluar itu 45 persen lah. Kalau sekarang kemungkinan ya sampai habis,” ujar Susanto saat ditemui di lokasi, Rabu (2/9/2026).
Baca juga: Volume Air Waduk Gembong Pati Susut 70 Persen, Cadangan Tinggal 2 Pekan
Ia membandingkan, situasi kritis saat ini nyaris menyerupai fenomena kekeringan ekstrem yang pernah melanda wilayah tersebut pada periode tahun 2018–2019 silam.
”Tahun-tahun dulu ya juga pernah lebih parah lagi ada. Terakhir itu yang lebih parah tahun 2018-2019,” tambahnya.
Potensi Kering Total
Mengingat belum adanya tanda-tanda turun hujan serta tidak adanya pasokan air tambahan dari kawasan hulu, pihak pengelola memprediksi volume air di Waduk Gembong akan terus merosot dari hari ke hari.
Baca juga: Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen
Terlebih lagi, faktor cuaca panas ekstrem turut memicu laju penguapan air secara signifikan di badan waduk.
”Kemungkinan bisa [kering]. Soalnya untuk tubuh waduk sendiri kan tinggal 500.000 meter kubik. Karena untuk penguapan sendiri per hari 1 cm, Mas. Kemungkinan ya akan berkurang terus,” tandas Susanto.
Kendati demikian, pihak pengelola memastikan akan menyisakan batas akhir volume air sebesar 500.000 meter kubik. Cadangan mati tersebut sengaja tidak didistribusikan dan disiagakan khusus untuk proses pembasahan tubuh bendungan (body dam), demi mencegah munculnya keretakan atau kerusakan struktur bangunan akibat kekeringan yang terlalu ekstrem.
Editor: Ahmad Muhlisin














