LINIKATA.COM, PATI – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati kian parah. Puluhan desa di sembilan kecamatan kini mengalami krisis air bersih dan hanya bergantung pada bantuan.
Melihat kondisi ini, Pangdam IV/Diponegoro bersama Kodim 0718/Pati membangun sejumlah sumur bor di wilayah terdampak. Salah satu desa yang mendapat bantuan sumur bor adalah Desa Tanjungsekar, Kecamatan Pucakwangi.
Kehadiran sumur ini langsung dirasakan manfaatnya oleh warga yang sudah merana dalam sebulan terakhir. Sejak diresmikan, sumur bor tersebut langsung diserbu warga. Bahkan, mereka sampai rela antre untuk mendapatkan air.
Baca juga: Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih
Salah satu warga, Santoso, mengaku, meski harus mengantre, dia sangat terbantu karena tak perlu lagi berjalan jauh ke luar desa untuk mencari air.
”Alhamdulillah, dengan adanya bantuan sumur bor ini warga sangat senang, sangat terbantu,” katanya.
Sebelum ada bantuan sumur bor, dia mengaku tiap hari harus jalan jauh hanya untuk mencari air.
“Kemarin kita harus berjalan jauh mencari air keluar desa, untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Terima kasih kepada bapak TNI yang telah membantu,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Darni. Dia bersyukur dengan adanya sumur bor tersebut. Bantuan ini membuat warga tidak lagi harus keluar desa untuk mendapatkan air bersih.
”Sangat terbantu. Saat ini kemarau panjang, kita terpaksa harus cari air keluar desa. Sumur pada kering, untung ada bantuan sumur bor dari panglima, meski harus antre, tapi sangat terbantu,” katanya.
Spesifikasi Sumur Bor Bantuan TNI
Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat, mengatakan bahwa pembangunan sumur bor merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Baca juga: Kekeringan, Warga Demak Gali Kubangan di Sungai Mengering untuk Kebutuhan Harian
Sumur bor dibangun setelah TNI bersama pemerintah setempat mencari titik sumber air. Pengeboran dilakukan hingga kedalaman sekitar 80 meter, dengan kapasitas penampungan mencapai lima ribu liter.
”Hari ini kita resmikan sumur bor di Desa Tanjungsekar, Pucakwangi. Di mana desa tersebut merupakan salah satu desa yang terparah dilanda kekeringan. TNI hadir untuk membantu warga, dan semoga ini bermanfaat dan membantu warga untuk mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Pembangunan sumur bor ini diharapkan dapat meringankan beban warga, khususnya di wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem. Ke depan, Pangdam IV/Diponegoro berencana membangun sumur bor di sejumlah wilayah lain yang terdampak kekeringan di Kabupaten Pati. (LK3)
Editor: Ahmad Muhlisin














