LINIKATA. COM, PATI – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pati telah memicu krisis air bersih yang semakin meluas. Hingga akhir Agustus, tercatat ada 20 desa yang tersebar di 9 kecamatan harus bergantung sepenuhnya pada pasokan air bersih.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menyebutkan, kecamatan yang terdampak paling parah adalah Jakenan dengan 6 desa. Disusul kemudian Gabus dan Jaken masing-masing 3 desa, Pucakwangi dan Tambakromo masing-masing 2 desa, serta Winong, Pati, Sukolilo, dan Kayen dengan masing-masing 1 desa.
Krisis ini sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak 23 Juli 2026 lalu, ketika Desa Sumbermulyo di Kecamatan Winong menjadi wilayah pertama yang mengajukan permohonan bantuan air bersih. Sejak saat itu, permintaan dari desa-desa lain terus berdatangan.
Sebagai respons atas darurat air ini, BPBD Pati telah mengerahkan total 226 ribu liter air bersih. Bantuan tersebut disalurkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari bagi 6.743 jiwa dari 2.003 kepala keluarga.
Baca juga: Kekeringan, Warga Demak Gali Kubangan di Sungai Mengering untuk Kebutuhan Harian
Keterbatasan Armada Pengiriman
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menjelaskan bahwa pihaknya terus bekerja ekstra setiap hari untuk mengirimkan pasokan air bersih di tengah keterbatasan armada yang dimiliki.
”Ada beberapa desa yang sudah kami atensi, dan keterbatasan armada kami karena kami hanya mempunyai tiga, tiga armada yang digunakan baik untuk dropping bantuan air bersih maupun untuk backup pemadaman lahan tebu. Jadi setiap hari kurang lebih kemampuan BPBD di angka 20.000 liter,” tutur Martinus.
Untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, BPBD Pati tidak bekerja sendirian. Pihaknya menggandeng sejumlah instansi lintas sektoral guna memperluas jangkauan distribusi air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air.
”Selain kami, tentu saja kami juga dibantu dari jajaran kepolisian yang secara rutin juga mengirimkan bantuan air bersihnya, kemudian PMI juga sudah mulai mengirimkan bantuan air bersih,” ujar dia.
Baca juga: 12 Desa di Pati Terdampak Kekeringan, BPBD Gencarkan Dropping Air Bersih
Potensi Perluasan Dampak Kekeringan
Mengingat puncak musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung pada September hingga Oktober mendatang, BPBD Pati memperkirakan jumlah wilayah yang terdampak kekeringan berpotensi terus bertambah.
”Sampai saat ini dan ini nanti akan terus kita tingkatkan semakin mendekati bulan September dan Oktober. Saya sampaikan tadi ada bantuan armada yang akan mendukung tugas pokok kami pemenuhan kebutuhan dasar air bersih kepada masyarakat,” tandasnya. (LK3)
Editor: Ahmad Muhlisin













