LINIKATA.COM, KUDUS – Kebakaran hebat melanda dua gudang gula di Dukuh Kawakan, Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Minggu (23/8/2026) sore. Kobaran api yang membesar dengan cepat, merembet ke lahan kering di sekitarnya hingga merusak dua rumah warga setempat.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kudus, Ahmad Munaji, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 16.00 WIB. Akibat material yang mudah terbakar, proses pemadaman berlangsung dramatis hingga delapan jam. Api baru berhasil dijinakkan total pada Senin (24/8/2026) dini hari sekitar pukul 00.31 WIB.
Berdasarkan investigasi awal, petaka ini diduga dipicu oleh aktivitas produksi di dalam gudang. “Diduga api berasal dari percikan bara saat proses produksi yang mengenai bahan bakar berupa ampas tebu kering,” ujar Munaji saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, ampas tebu yang kering membuat api berkobar cepat. Angin kencang di lokasi kejadian membuat si jago merah melompat ke lahan kering di sekitar gudang, lalu menjalar hingga menjangkau permukiman. Area yang terdampak amukan api diperkirakan mencapai 70 x 50 meter.
Baca juga: Sampai Juli Ada 73 Kebakaran di Pati, Ini 3 Kecamatan Kasus Terbanyak
Kerugian Gudang dan Rumah
Kebakaran ini menghanguskan dua gudang gula masing-masing milik Nur Kholis dan Ahmad Gufron. Kerugian material akibat kerusakan gudang dan stok gula di dalamnya ditaksir mencapai Rp500 juta.
Sementara itu, dua rumah warga yang ikut terdampak adalah milik Erwin dan Supri Lipson. Kedua rumah mengalami kerusakan tingkat ringan hingga sedang. Kerusakan fatal terlihat pada bagian rusuk atap kayu yang hangus, genteng rontok, kaca jendela pecah, serta beberapa perabot rumah tangga yang rusak akibat hawa panas dan jilatan api.
”Kerugian kedua rumah ini diperkirakan mencapai Rp10 juta,” ungkapnya.
Baca juga: Gudang Sparepart Motor di Jepangpakis Kudus Terbakar, Kerugian Miliran Rupiah
Pemadaman Tim Gabungan
Masih kata Munaji, petugas di lapangan sempat kewalahan menghalau pergerakan api. Selain faktor angin kencang dan kondisi lahan yang gersang, lokasi kebakaran berada di area padat yang berdekatan langsung dengan permukiman warga serta tempat ibadah.
Operasi pemadaman ini melibatkan tim gabungan berskala besar. Mulai dari TRC dan Satgas BPBD Kudus, Damkar Satpol PP Kudus, Damkar PT Sukun, personel TNI-Polri, relawan Destana, hingga ratusan warga setempat.
Sebanyak enam armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, terdiri dari tiga unit mobil BPBD, dua unit Satpol PP, dan satu unit milik PT Sukun. Pasokan air juga terbantu berkat bantuan lima tangki air swadaya dari warga.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang ikut terbakar dalam insiden ini. Warga diimbau untuk lebih waspada saat melakukan aktivitas produksi menggunakan bahan bakar yang mudah tersulut selama musim kemarau. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin














