LINIKATA.COM, PATI – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DINSOSP3AKB) Kabupaten Pati menyatakan masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian untuk menentukan masa depan bayi perempuan yang ditemukan di Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil.
Kepala DINSOSP3AKB Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia, berharap keberadaan orang tua maupun keluarga kandung bayi malang tersebut dapat segera teridentifikasi oleh polisi agar sang bayi bisa kembali diasuh oleh keluarga besarnya.
“Kami masih menunggu kabar dari kepolisian. Harapan kami ketemu keluarganya dan berkenan merawat bayi cantik tersebut,” terang Aviani, Jumat (21/8/2026).
Baca juga: Tega! Warga Ketanen Pati Temukan Bayi dalam Kardus di Kursi Bengkel
Kondisi Bayi Sehat dan Dirawat Intensif
Meski proses hukum masih berjalan, Aviani memastikan pihak Dinsos Pati terus memantau perkembangan dan kesehatan bayi tak berdosa tersebut secara berkala.
Saat ini, bayi perempuan tersebut telah dipindahkan dan dititipkan di Rumah Sakit As-Suyuthiyyah, Kecamatan Trangkil, guna mendapatkan penanganan serta pengawasan medis yang optimal.
“Saat ini untuk bayi tersebut sudah kami titipkan ke rumah sakit As-Suyuthiyyah, Trangkil. Kalau ke rumah sakit tersebut perawatannya akan menjadi lebih baik. Karena di sana ada dokter anak juga pemantauannya bisa 24 jam,” jelasnya.
Baca juga: Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Ketanen Pati, Periksa CCTV Sekitar Lokasi
Soroti Maraknya Kasus Pembuangan Bayi
Aviani mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa pembuangan bayi yang kembali berulang di wilayah Kabupaten Pati. Ia membeberkan bahwa selama masa jabatannya, tercatat sudah ada tiga kasus penemuan bayi, di mana dua kasus di antaranya terjadi sepanjang tahun ini.
Ia menilai fenomena tragis ini kerap dilatarbelakangi oleh kehamilan di luar nikah akibat kurangnya kontrol dalam pergaulan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam bergaul sehingga tidak kejadian hamil di luar nikah. Karena peristiwa seperti ini seringkali dipicu karena kasus tersebut,” imbaunya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil, digegerkan oleh penemuan bayi perempuan di dalam kardus bekas air mineral pada Selasa (18/8/2026). Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh pemilik bengkel saat hendak membuka tempat usahanya di pagi hari.
Hingga saat ini, jajaran kepolisian masih terus melakukan perburuan terhadap pelaku dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi kunci serta mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. (LK2)
Editor: Ahmad Muhlisin













