LINIKATA.COM, PATI – Musim kemarau panjang yang memicu mengeringnya alur Sungai Silugonggo mulai memukul telak para petani di Kabupaten Pati. Ancaman gagal panen (puso) kini membayangi para petani di Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan.
Salah seorang petani, Sugiyono (77), mengaku pasrah melihat lahan pertanian seluas 0,88 hektar miliknya terancam puso akibat krisis air yang sangat parah. Padahal, Sugiyono telah menggelontorkan uang belasan juta rupiah untuk persiapan hingga proses penanaman padi di lahannya.
”Biaya tanamnya saja sawah saya yang luasnya 0,88 hektare atau 8.800 meter itu saja kemarin saja sudah habis Rp13 juta. Itu baru biaya tanamnya,” ujar Sugiyono, Jumat (21/8/2026).
Baca juga: Baznas Sebut Potensi Zakat Petani Pati Capai Rp126 Miliar per Tahun
Tanaman Padi Terancam Gagal Panen
Sugiyono membeberkan bahwa nasib serupa tidak hanya menimpa dirinya, melainkan hampir seluruh petani di Desa Karangrowo yang menggantungkan pasokan air dari Sungai Silugonggo (Sungai Juwana).
Rata-rata usia tanaman padi milik warga saat ini baru memasuki rentang satu minggu hingga satu bulan. Periode yang justru sangat membutuhkan pasokan air secara konsisten.
”Bagi petani di sepanjang sungai Juwana ini, semuanya terancam gagal total. Karena apa? Tanam baru umur satu minggu sampai satu bulan sungainya sudah kering,” jelasnya.
Menurut penuturannya, kondisi alur Sungai Silugonggo yang mengering total alias asat ini mulai terjadi sejak pertengahan Agustus 2026.
Baca juga: Nelayan Tayu Pati Menangis, Pasang 1.000 Bubu Cuma Dapat 4 Rajungan
Desak Gelontorkan Air dari Kedung Ombo
Melihat modal usaha tani yang terancam sirna, para petani mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Pati maupun instansi terkait untuk segera turun tangan memberikan solusi konkret di lapangan.
Sugiyono dan para petani Karangrowo sangat mengharapkan adanya kebijakan tanggap darurat berupa penggelontoran pasokan air dari Waduk Kedung Ombo menuju alur Sungai Silugonggo guna menyelamatkan tanaman padi mereka yang mulai layu.
”Kalau bisa ada penggelontoran dari Kedung Ombo sampai ke sini itu pun nanti bisa menambah kekurangan air ini,” katanya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














