LINIKATA.COM, PATI – Warga Kabupaten Pati bersiaplah menyambut kemeriahan akhir pekan. Puncak peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati bakal diwarnai dengan gelaran kirab budaya megah bertajuk Festival Adhi Loka pada Sabtu (8/8/2026) malam minggu esok.
Pawai atraktif tersebut dipastikan bakal menyulap kawasan pusat kota Pati, mulai dari rute Jalan Panglima Sudirman hingga panggung utama di Alun-alun Pati, menjadi arena parade kebudayaan yang spektakuler.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Paryanto, menyampaikan bahwa kirab budaya ini disiapkan untuk menampilkan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) unggulan yang dimiliki oleh seluruh atau 21 kecamatan se-Kabupaten Pati.
“Lewat festival ini sekaligus menjadi upaya promosi produk unggulan melalui strategi kebudayaan. Sesuai tagline Hari Jadi ‘Sumunar Terang Mbangun Kemajengan’, kami ingin melalui kirab festival ini dapat membawa kebahagiaan serta semangat membangun untuk kemajuan Pati,” ujar Paryanto, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: Ribuan Warga Padati Pekan Kreasi Pati, UMKM Didorong Go International
Atraksi Koreo hingga Kostum Karnaval Unik
Paryanto menjelaskan, konsep parade dikemas secara kreatif dalam bentuk gerak koreografi, tarian kolosal, hingga kostum karnaval tematik yang merepresentasikan keunikan serta tradisi lokal masing-masing wilayah.
Sejumlah potensi budaya ikonik yang siap unjuk gigi di sepanjang rute kirab di antaranya sejarah kuliner Nasi Gandul khas Pati Kota, tradisi masyarakat pesisir, Lamporan Soneyan, tradisi petani garam, cerita tutur Mbolanjam Tlogowungu, Meron Sukolilo, Barikan, kelapa kopyor, kopi Jrahi, Batik Bakaran, hingga ritus Krayan Pedhet.
“Seluruh potensi ini dirancang menjadi daya tarik wisata budaya yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat luas pada Sabtu malam,” terangnya.
Baca juga: Ada Samsat Corner di Juwana, Warga Kini Tak Perlu Lagi Bayar Pajak ke Pati Kota
Kontingen Pati Kota Usung “Ganduling Roso”
Sementara itu, kesiapan juga ditunjukkan oleh kontingen dari Kecamatan Pati Kota. Perwakilan kontingen, Junarto, membeberkan bahwa pihaknya siap menampilkan karya koreografi berkonsep ”Ganduling Roso”, yang mengangkat asal-usul lahirnya Nasi Gandul dari Desa Gajahmati.
”Nama ‘gandul’ sendiri berasal dari tradisi penjual nasi keliling zaman dulu yang memikul dua wadah kayu, sehingga saat berjalan tampak gandul-gandul (bergoyang-goyang),” kata Junarto.
Ia menambahkan, keterlibatan kuliner khas dalam sajian kirab budaya ini mempertegas bahwa Nasi Gandul bukan sekadar hidangan favorit, melainkan bagian dari sejarah dan identitas panjang masyarakat Pati yang patut dirayakan bersama. (LK2)
Editor: Ahmad Muhlisin













