LINIKATA.COM, PATI – Peluang emas bagi para pemuda di Kabupaten Pati yang mendambakan lowongan kerja (loker) dengan penghasilan tinggi di luar negeri. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati kini memfasilitasi program kuliah gratis sekaligus magang kerja di Jepang dengan tawaran gaji menggiurkan mencapai Rp18 juta per bulan.
Langkah ini diambil Disnaker Pati dengan menggandeng pihak Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Bali. Kerja sama ini menjadi jembatan bagi pencari kerja lokal melalui jalur Tokutei Ginou (TG) Mandiri, sebuah gebrakan baru yang diklaim jauh lebih mudah ketimbang jalur formal pemerintahan yang selama ini dikenal memiliki persyaratan ketat.
Kepala Disnaker Kabupaten Pati, Bambang Agus Yunianto, menjelaskan bahwa program ini sengaja dibidik untuk mewadahi tingginya minat pemuda Pati dalam mencari lapangan kerja yang mapan, terutama bagi kaum laki-laki yang sering kali kalah bersaing di bursa kerja industri lokal.
“Potensi di Pati banyak anak yang mencari cuan banyak, makanya kami berkoordinasi dengan KP2MI dan Kemenaker. Di Pati karena perusahaan banyak mencari perempuan, sehingga yang laki-laki larinya ke luar negeri. Mereka bisa kuliah sambil kerja di Jepang yang difasilitasi Stikom Bali,” ujar Bambang saat sosialisasi program di Aula Kantor Disnaker Pati, Kamis (24/6/2026).
Baca juga: Info Loker Pati, PT Sejin Fashion Butuh Ratusan Tenaga Kerja
Sistem Kuliah Sambil Kerja: Kantongi Sarjana dan Surplus Gaji
Program kerja ke Negeri Sakura ini dinilai sangat prospektif untuk memangkas angka pengangguran daerah. Kontrak kerja yang ditawarkan berjalan selama dua tahun. Berdasarkan simulasi pengupahan, para tenaga kerja asal Pati diproyeksikan bisa membawa pulang tabungan yang cukup besar setelah dipotong biaya hidup harian.
Rektor Stikom Bali, Dadang Hermawan, memaparkan bahwa program ini diprioritaskan bagi generasi muda asal Bumi Mina Tani yang mengalami kendala finansial untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Pihaknya membuka Program Studi Bisnis Digital dengan gelar akhir Sarjana Bisnis.
“Tahun ini kami duplikasikan ke Pati. Mahasiswa akan berkuliah selama empat semester. Pada semester satu dan dua, akan kuliah secara online, kemudian semester tiga dan empat kesempatan magang kerja di Jepang lewat kerja sama kami dengan KP2MI,” urai Dadang.
Biaya Terjangkau dengan Potensi Penghasilan Melimpah
Terkait skema pembiayaan, total dana pendidikan di Stikom Bali hingga lulus atau tamat adalah sebesar Rp60 juta dengan masa studi empat tahun. Dengan asumsi pendapatan bulanan yang tinggi selama berada di Jepang, para mahasiswa dipastikan tetap bisa menabung dengan aman meskipun menyisihkan sebagian pendapatannya untuk mencicil biaya kuliah.
“Biaya kuliah di Stikom Bali Rp60 juta sampai tamat. Gaji di sana Rp18 juta, biaya hidup Rp7 juta, cicilan di sana Rp4 juta, masih ada surplus. Pulang ke Indonesia dapat ijazah, pengalaman kerja operasional, networking, paspor, dan dapat dana yang cocok,” pungkas Dadang.
Sebagai langkah awal penyebaran informasi lowongan kerja berbasis akademik ini, Disnaker Pati turut mengundang 20 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) serta 6 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki program keahlian Bahasa Jepang untuk ikut serta mengarahkan para siswa-siswinya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















