• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Ratusan Eks Santri Ndholo Kusumo Pati Belum Tentukan Sikap Pindah Sekolah

Redaksi by Redaksi
Juni 19, 2026
in Regional
0
Kondisi Terkini Ponpes Ndholo Kusumo Pati Usai Kasus Pencabulan Mencuat
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Proses pemindahan ratusan eks santri Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, ternyata masih berjalan lambat. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati mencatat baru sebagian kecil santri yang memberikan kepastian untuk melanjutkan pendidikan di lembaga alternatif.

Langkah pemindahan ini setelah izin operasional Ponpes Ndholo Kusumo dicabut permanen oleh Kemenag pada 5 Mei 2026 lalu setelah mencuatnya kasus kekerasan seksual oleh sang pengasuh, Asyhari.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren (PD-Pontren) Kemenag Pati, Darmanto, membeberkan bahwa upaya pemetaan hak pendidikan dan pemulihan psikologis anak-anak eks Ndholo Kusumo sudah digulirkan sejak pertengahan Mei. Namun, respons balik dari pihak santri maupun wali murid masih sangat minim.

“Dari total 246 anak eks Ponpes Ndholo Kusumo yang kami berikan lembar kuesioner kelanjutan studi, ternyata baru 51 santri saja yang mengembalikan dan mengisinya. Hasil pendataan ini tentu belum maksimal,” ungkap Darmanto saat ditemui di kantornya, Kamis (18/6/2026).

Baca juga: Mensos Minta Tersangka Pencabulan Santriwati di Pati Dihukum Seumur Hidup

Santri Belum Beri Jawaban Pasti, Terkendala Tes Akhir

Menurut Darmanto, minimnya angka partisipasi santri dalam menentukan sekolah kepindahan ini disebabkan oleh beberapa faktor teknis di lapangan. Salah satunya karena momentum pengosongan pesantren berbarengan dengan kalender ujian akhir semester di madrasah, sehingga konsentrasi anak-anak masih terpecah.

Selain itu, masih banyak wali murid dan santri yang belum bisa memberikan jawaban hitam di atas putih karena memilih untuk menunggu hingga momen tahun ajaran baru bergulir sepenuhnya.

“Ada santri Ndholo Kusumo yang belum bisa memberikan jawaban pasti karena menunggu tahun ajaran baru. Mereka yang lulus mau ke mana, datanya berapa, ini yang masih terus kami mintai secara detail berupa by name by address melalui kepala madrasah setempat,” tambahnya.

Untuk menyiasati situasi ini, Kemenag bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah serta Lembaga Perlindungan Anak (LPA) terus mengintensifkan lokakarya khusus guna mengikis trauma sekaligus meyakinkan para santri agar tidak takut bersekolah lagi.

Baca juga: Kemenag Hanya Cabut Izin Ponpes Ndholo Kusumo, Sekolah Formal Tetap Buka

Belasan Madrasah dan Pesantren Mitra Siap  Tampung

Pemerintah menegaskan bahwa lambatnya proses perpindahan ini murni karena faktor responsibilitas pengisian data, bukan karena keterbatasan kuota sekolah penampung. Kemenag Pati memastikan telah mengunci komitmen dengan belasan lembaga pendidikan bermutu di Pati untuk menampung eks santri Ndholo Kusumo kapan saja.

Beberapa daftar lembaga alternatif yang disiapkan meliputi:

  • Sektor Pesantren: Ponpes Al-Akrom, Ponpes Mazroatul Ulum Wedarijaksa, dan Ponpes Darul Najah.
  • Sektor Madrasah & Sekolah: MI Khoiriyah, MI Matholiun Najah, SMP Al-Akrom, MA Al-Akrom, MA Assalafiyah, MA Khoiriyatul Ulum, MAN 1 Pati, dan SMKN 4 Pati.
  • Sektor Yayasan: Yayasan Permata Nusantara Gabus.

Sedangkan bagi anak didik yang berdomisili di luar Pulau Jawa, Kemenag Pati memperluas jaringan koordinasi dengan Kementerian PPPA pusat untuk melacak keberadaan fisik anak, guna memastikan pemenuhan hak belajar sekaligus memverifikasi apakah mereka terindikasi menjadi korban kekerasan seksual atau tidak.

Editor: Ahmad Muhlisin

Previous Post

Pedagang Pindah Dulu, Lelang Anggaran Revitalisasi Pasar Kota Rembang Baru Dimulai

Next Post

PKL Menara Kudus Desak Kejelasan Perizinan, Berharap Solusi dari Bupati

Redaksi

Redaksi

Next Post
PKL Menara Kudus Desak Kejelasan Perizinan, Berharap Solusi dari Bupati

PKL Menara Kudus Desak Kejelasan Perizinan, Berharap Solusi dari Bupati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 700 Fans
  • 1000 Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Juni 13, 2026
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Juni 15, 2026
Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Juni 3, 2026
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

5
Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

5
777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Tumbang Diduga Keracunan MBG

777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Tumbang Diduga Keracunan MBG

5
Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

4
MPR RI Buka Kanal Aspirasi, Lestari Moerdijat Ajak Warga Beri Masukan

MPR RI Buka Kanal Aspirasi, Lestari Moerdijat Ajak Warga Beri Masukan

September 15, 2026
Sidak 6 SPPG, Plt Bupati Pati Temukan Dapur Sempit hingga IPAL Tak Layak

Sidak 6 SPPG, Plt Bupati Pati Temukan Dapur Sempit hingga IPAL Tak Layak

September 15, 2026
Dilapori Banyak Kepala SPPG Lalai dan Sering Bolos, Chandra: Saya Minta Dipecat

Dilapori Banyak Kepala SPPG Lalai dan Sering Bolos, Chandra: Saya Minta Dipecat

September 15, 2026
Korban Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Sempat Pingsan, Kini Trauma

Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Sudah Sembuh

September 15, 2026

Recent News

MPR RI Buka Kanal Aspirasi, Lestari Moerdijat Ajak Warga Beri Masukan

MPR RI Buka Kanal Aspirasi, Lestari Moerdijat Ajak Warga Beri Masukan

September 15, 2026
Sidak 6 SPPG, Plt Bupati Pati Temukan Dapur Sempit hingga IPAL Tak Layak

Sidak 6 SPPG, Plt Bupati Pati Temukan Dapur Sempit hingga IPAL Tak Layak

September 15, 2026
Dilapori Banyak Kepala SPPG Lalai dan Sering Bolos, Chandra: Saya Minta Dipecat

Dilapori Banyak Kepala SPPG Lalai dan Sering Bolos, Chandra: Saya Minta Dipecat

September 15, 2026
Korban Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Sempat Pingsan, Kini Trauma

Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Sudah Sembuh

September 15, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com